Belajar dari Masa Lalu: dari Pandemi Influenza 1918 hingga Pandemi Covid-19

Semarang (06/02/2021). Adanya pandemi Covid-19 menyebabkan pelaksanaan KKN Tim I UNDIP 2021 dilakukan secara mandiri dengan mengusung tema Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s). Mahasiswa diharuskan membuat program kerja sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Hal inilah yang kemudian mendorong saya untuk membuat brosur yang berisikan informasi mengenai Pandemi Influenza 1918 di Hindia Belanda dan perkembangan virus corona dari masa ke masa. Tujuan dari pembuatan brosur ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang berlaku selama pandemi Covid-19 dengan belajar dari pandemi yang pernah terjadi sebelumnya. Program kerja ini dilaksanakan pada tanggal 05 Februari 2021. Brosur diserahkan kepada Bapak Slamet Raharjo selaku Lurah di Kelurahan Bulusan Kecamatan Tembalang, Kota Semarang agar nantinya dapat diletakkan di kantor keluharan dan dibaca oleh masyarakat saat datang ke kantor kelurahan.

Gambar 1.1 Penyerahan Brosur kepada Lurah Bulusan

          Program kerja ini dibentuk atas dasar pengamatan saya mengenai rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan serta anggapan bahwa virus corona bukanlah virus yang berbahaya. Di Kelurahan Bulusan masih dijumpai masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan dan meremehkan virus corona, padahal virus corona sangatlah berbahaya. Para ilmuan pertama kali mengisolasi virus corona pertama kali pada tahun 1937 yang menyebabkan penyakit bronkitis menular pada unggas. Kemudian pada tahun 1965, dua orang peneliti Tyrell dan Byone menemukan bukti virus corona pada manusia yang sedang flu biasa. Pada Desember 2019, virus corona jenis baru muncul dan dikenal sebagai Covid-19 yang memicu terjadinya wabah di Cina, dan merebak di berbagai negara sehingga WHO mendeklarasikan sebagai pandemi global.

          Pandemi Influenza atau disebut juga Flu Spanyol memiliki beberapa persamaan dengan Covid-19. Di antaranya memiliki gejala yang sama, penyebaran virus yang terjadi sangat cepat, dan upaya penanganan wabah yang hampir mirip. Seperti halnya upaya pemerintah RI dalam memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah kolonial Hindia Belanda juga berusaha mensosialisasikan protokol kesehatan kepada masyarakat.

          Pelaksanaan program kerja ini dimulai dengan menyusun materi berdasarkan hasil analisis permasalahan dan sumber-sumber yang sudah dikumpulkan sebelumnya. Kemudian dilanjutkan dengan membuat brosur yang nantinya dapat dibaca oleh masyarakat umum. Adanya program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mematuhi protokol kesehatan dan menambah wawasan pengetahuan masyarakat mengenai bahaya virus corona.

Penulis: Rizki Eka Safitri 
(FIB/Sejarah/13030117120014)
DPL: Heri Sugito, S.Si., M.Sc.