HANDSANITIZER DAUN SIRIH SOLUSI MURAH, MUDAH & EFEKTIF CEGAH PENYEBARAN COVID-19

Pedalangan, Kota Semarang (06/02/2021) – Pelaksanaan KKN TIM I 2021 telah dimulai. KKN Pulang Kampung ini dilakukan dalam upaya mengatur dan mengkoordinasikan setiap hal-hal yang berkaitan dengan KKN di masa pandemik seperti ini. KKN tahun ini mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemik Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals).”  

Berdasar data dari situs corona jateng per tanggal 6 Februari 2021, untuk daerah kota Semarang grafik postif corona merupakan yang terbanyak dibandingkan beberapa kota/kabupaten di Jawa Tengah. Untuk data positif terkena covid-19 yaitu 16.384, yang dirawat 812 orang (4,95%), data yang telah sembuh 14.099 orang (86,05%) serta yang meninggal 1.473 orang (8,99%). Meskipun data persentase yang sembuh lebih banyak dari yang meninggal, bukan menjadi suatu pencapaian yang baik bila tidak diiringi dengan grafik persebaran yang menurun.

Di tengah masa pandemik Covid-19 ini, salah satu upaya untuk mencegah penyebaran covid selain cuci tangan dengan sabun adalah dengan penggunaan hand sanitizer. Hand sanitizer adalah cara alternatif yang mudah dilakukan bila tidak adanya tempat cuci tangan saat bepergian ke suatu tempat. Upaya yang dilakukan dalam mencegah virus tersebut yaitu dengan mengaplikasikan hand sanitizer ke telapak tangan saat sebelum dan sesudah makan ataupun disaat melakukan kegiatan kontak fisik ke benda mati dan ke orang lain agar menghindari penyebaran covid-19.

Leaflet “Cara Membuat Hand Sanitizer Alami dari Daun Sirih” dan Sampel Hand Sanitizer Daun Sirih

Salah satu mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang, Martin Raynaldi Simanjuntak yang tergabung dalam tim 1 KKN Undip berinisiatif memberikan edukasi pembuatan hand sanitizer alami. Dikarenakan alcohol 70% merupakan bahan yang tidak umum, cenderung mahal bagi masyarakat maka dibuat alternatif dengan bahan alami yang murah dan aman. Adapun bahan yang digunakan adalah daun sirih dan jeruk nipis yang mudah didapat. Daun sirih mengandung senyawa flavonoid, polifenol, tannin dan minyak atsiri. Tumbuhan ini sering digunakan sebagai obat tradisional. Hal tersebut dikarenakan daun sirih mengandung minyak atsiri yang memiliki sifat pembasmi kuman serta merupakan komponen yang diperlukan untuk menghambat perkembangan bakteri patogen.

Cara pembuatan hand sanitizer daun sirih yaitu pertama cuci bersih dan keringkan daun sirih sebanyak 50 gram dengan cara diangin- anginkan. Kedua, potong daun sirih menjadi potongan- potongan kecil. Ketiga, rendam potongan daun sirih tadi dengan air panas sebanyak 200 ml kemudian rendaman tersebut dikukus (steam) sampai kira- kira 30 menit dengan nyala api kecil. Keempat, angkat dan saring rendaman jeruk nipis yang telah dikukus, kemudian dinginkan sesaat. Kelima, tambahkan air perasan jeruk nipis sebanyak 10 ml dan juga tambahkan air sebanyak 50 ml kemudian aduk rata. Terakhir, tuangkan campuran tersebut ke dalam botol spray 60 ml atau 100 ml.

Penyampaian Edukasi Pembuatan Hand Sanitizer Daun Sirih

Kegiatan edukasi pembuatan hand sanitizer daun sirih dilaksanakan pada hari Kamis, 4 Februari 2021 yang berlokasi di Balai RW 5. Edukasi pembuatan hand sanitizer daun sirih diikuti oleh ibu- ibu perwakilan dari tiap RT yang berada dalam wilayah RW 5. Metode penyampaian edukasi pembuatan hand sanitizer berupa live demo, pembagian leaflet “Cara membuat hand sanitizer alami dari daun sirih” dan juga pembagian sampel hand sanitizer daun sirih yang siap pakai. Dengan diberikannya edukasi pembuatan hand sanitizer alami ini diharapkan warga dapat secara mandiri membuat hand sanitizer dengan mudah dan murah. Selain itu, warga RW 5 juga dapat memiliki budaya pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit dan juga mencegah penyebaran covid-19.