Menjadikan Kelurahan Danga, RT.034/RW.000, Menuju RT Sadar TBC

Mbay, 06 Februari 2021

Mahasiswa KKN Tim I UNDIP Tahun 2020/2021 bekerjasama dengan Pemerintah Kelurahan Danga, RT.034/RW.000, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo melaksanakan kegiatan penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Tuberkulosis. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan keilmuan oleh mahasiswa KKN UNDIP tahun 2021 dari Fakultas Kedokteran (Prodi Keperawatan). Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 03/02/2021, dengan melakukan kunjungan rumah pada beberapa kader yang telah bersedia menjadi kader TB di RT.034/RW.000.

Kegiatan memberikan penyuluhan kesehatan tentang Bahaya Penyakit Tuberkulosis. Berdasarkan survei yang telah dilaksanakan mahasiswa, di RT.034/RW.000 masih ditemukan adanya penyakit menular berbahaya seperti penyakit TBC.

Oleh karena itu, sebagai kader TB, kita wajib mengetahui apa itu TBC, pengobatan dan pencegahan yang harus dilaksanakan dan gizi yang harus dipenuhi bagi penderita TBC. Semoga informasi yang kita dapatkan saat ini, dapat kita sampaikan kepada keluarga, sahabat, kenalan dan masyarakat pada umumnya sehingga penyakit TBC dapat diatasi dan diberantas.

Materi penyuluhan tentang TBC yang disampaikan adalah Bahaya Penyakit TBC. menjelaskan, “Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular dan berbahaya, yang disebabkan kuman/bakteri Micobacterium tuberculosis. Penyakit TBC ini dapat menyerang siapa saja, tidak mengenal usia, suku, agama dan ras seseorang. Penyakit ini ditularkan melalui udara ketika penderita batuk dan bersin tidak menutup mulutnya dengan tisu/sapu tangan, penderita yang meludah disembarang tempat. Penyakit ini apabila tidak ditangani dengan baik dan diobati hingga sembuh dapat menularkan kepada 10 orang dalam setahun dan juga dapat mengakibatkan kematian”. Oleh karena itu berharap agar para kader dapat menjadi garda terdepan untuk memberantas penyakit TBC.

Selain itu mahasiswa menyampaikan materi tentang Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis. Penyakit TBC dapat sembuh jika penderita minum obat secara tekun dan teratur selama 6-8 bulan. Terdapat dua jenis obat TBC, yakni obat tahap awal yang diminum setiap hari selama 2 bulan (56 hari) dan obat tahap lanjutan yang diminum 3 hari dalam seminggu (48 kali). Penularan penyakit TBC dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal, yakni: mengajarkan teknik batuk yang baik dan benar bagi penderita; tidak meludah di sembarang tempat; mengantar bayi ke POSYANDU untuk mendapatkan imunisasi BCG dan memberikan ASI Eksklusif bagi bayi; penderita harus menggunakan masker; tidak merokok dan mengkonsumsi miras; menjemur alat tidur pasien karena kuman TBC dapat mati dengan terkena sinar matahari langsung; membuka jandela setiap pagi hari agar terjadi pertukaran udara di dalam ruangan; serta menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Selain pencegahan yang sampaikan salah satu faktor penting lainnya yang tidak boleh luput dari perhatian adalah terkait pola konsumsi gizi yang seimbang bagi penderita dan keluarga. Dalam memenuhi gizi seorang penderita TBC, hendaknya diperhatikan prinsip pengaturan makanan dan tips memilih makan yang aman. Makanan yang diberikan harus tinggi energi dan tinggi protein. Makanan disajikan dalam porsi kecil dan sering sebagai tips untuk mencegah batuk, sesak napas, mual dan muntah. Penting juga untuk menciptakan suasana yang menyenangkan saat makan agar nafsu makan penderita tidak terganggu. O

#kkntim1periode2021   

#p2kknundip   

#lppmundip    

#undip     

#kabupatennagekeo

Penulis            : Firminus Frederikus Riwu

DPL                 : Dr. Seno Darmanto, ST., MT.