HEBAT!!! Mahasiswa Undip Mengoptimalkan Program Jogo Tonggo Dalam Upaya Pencegahan COVID-19

Blacanan, Pekalongan (07/02) – Seorang mahasiswa UNDIP yang sedang menjalankan KKN TIM 1 Tahun 2021 atau KKN Pulang Kampung di Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, menggerakkan sebuah Program ”Pemberdayaan Masyarakat dalam pembuatan sistem pelaporan dan rekapitulasi status warga Desa Blacanan sesuai format dan petunjuk teknis Jogo Tonggo”. Program ini dirancang untuk merekapitulasi data keluar masuk warga, merekapitulasi data kasus kesehatan warga sesuai format dan melaporkan hasil pendataan status warga kepada Ketua RW secara rutin setiap harinya.

Mahasiswa Undip juga melakukan pemantauan kepada UMKM yang ada di Desa Blacanan agar kegiatan berdagang harus tetap berjalan dengan memperhatikan protokol kesehatan. Selain itu melakukan pendataan untuk mengetahui riwayat warga dengan formulir yang sudah disediakan sesuai dengan petunjuk teknis Satgas Jogo Tonggo dibidang kesehatan dalam upaya percepatan dan penanganan COVID-19 berbasis masyarakat tingkat RW di Desa Blacanan.

Pemantauan status warga dan pendataan UMKM Kantin Mbak Suci di Desa Blacanan

Daftar pertanyaan yang diberikan seputar riwayat warga yaitu memastikan apakah warga memiliki riwayat perjalanan dalam waktu 14 hari terakhir, apakah memiliki riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi positif COVID-19, apakah memiliki gejala sakit seperti demam, nyeri tenggorokan, gejala batuk, sesak nafas dan batuk pilek, apakah memiliki riwayat penyakit degeneratif seperti diabetes, hipertensi, jantung, ginjal, penyakit paru, lain-lain, dan apakah sedang hamil atau tidak.

Pemantauan status warga dan pendataan UMKM Toko Jalu di Desa Blacanan

Kegiatan tersebut merupakan implementasi dari instruksi Gubernur Jawa Tengah Nomor 1 Tahun 2020 dan tindak lanjut dari peraturan tersebut yaitu Keputusan Kepala Desa Blacanan Nomor 12 Tahun 2020 Tentang Pembentukan Satgas Jogo Tonggo Pencegahan COVID-19. Mahasiswa Undip kemudian memberikan sebuah policy brief yang ditujukan kepada stakeholder Desa Blacanan yang berjudul “Optimalisasi Pelaksanaan Program Jogo Tonggo Di Desa Blacanan Kec. Siwalan Kab. Pekalongan” dengan tujuan agar supaya sistem koordinasi dan sinergi yang kokoh dapat terbentuk dengan menempatkan krisis ini sebagai common agenda.

Penyerahan Policy Brief Kepada Bapak Tarmudi selaky Kepala Desa Blacanan

Manfaat adanya program Jogo Tonggo yaitu untuk mempercepat pemutusan rantai penularan dan penyebaran COVID-19 di Tingkat RW. Kemudian dengan adanya satgas Jogo Tonggo yang terbagi menjadi empat satgas yaitu satgas kesehatan, satgas ekonomi, satgas keamanan dan sosial serta satgas hiburan dapat mendorong, memastikan dan memantau terselenggaranya protokol kesehatan dalam melawan COVID-19 dengan benar dan efektif di wilayah RW.    

Hasil yang ingin diharapkan dengan adanya pendataan dan pemantauan status warga adalah keterbukaan data terhadap masyarakat. Diharapkan dengan keterbukaan data ini dapat menumbuhkan kesadaran untuk menjaga diri sendiri, menjaga orang lain dalam semangat gotong royong yang dilakukan secara terus-menerus.

Penulis : Baqiatus Sholichat (Fakultas Kesehatan Masyarakat, UNDIP)

Dosen Pembimbing Lapangan : Farid Agushybana, SKM, DEA, Ph,D