SAMPAH PLASTIK BAGAIKAN BOM WAKTU, MAHASISWA UNDIP AJAK WARGA LAKUKAN PERUBAHAN DARI HAL SEDERHANA

Kramas, Semarang (16/01/2021), Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim I KKN Undip 2021 membuat sebuah program edukasi dengan tema “Simple Without Using Plastic” di lingkungan RT 04 RW 05 Kelurahan Kramas, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang. Program ini dilaksanakan oleh Mikala Faza Alam, Mahasiswa Program Studi Oseanografi, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Diponegoro, dalam rangka KKN Tim I Undip 2021 yang dilaksanakan secara mandiri dari 4 Januari hingga 16 Februari 2021 dengan tema KKN yang dibawa yaitu “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid 19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Plastik sekali pakai sampai saaat ini penggunaannya masih menjadi primadona karena harganya yang murah dan mudah didapat. Namun ternyata, dampak dari penggunaan plastik sekali pakai yang berlebih menimbulkan dampak yang sangat berbahaya. Berdasarkan data Asosiasi industri plastik Indonesia (INAPLAS) dan BPS menyebutkan sampah plastik Indonesia mencapai angka 64 juta ton/tahun dimana 3,2 juta ton sampah plastik yang dibuang ke laut. Bahkan berdasarkan  perkiraan World Economic Forum, akan ada lebih banyak plastik daripada ikan di lautan pada tahun 2050 nanti. Selain dari plastik sekali pakai penggunaan sedotan sekali pakai juga memiliki dampak yang berbahaya. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Divers Clean Action, kelompok pemerhati lingkungan khususnya laut, pemakaian sedotan di Indonesia mencapai 93.244.847 batang setiap harinya.

Pelaksanaan edukasi kepada warga melalui daring (online)

Berangkat dari hal tersebut, salah satu mahasiswa Undip melakukan salah satu upaya sederhana untuk memperbaiki atau setidaknya mengurangi penumpukan sampah plastik atau kemasan sekali pakai. Upaya tersebut dilakukan dengan mengajak warga melaui daring (online) untuk tidak menggunakan sedotan plastik. Selain itu, Mikala juga mengajak warga untuk memanfaatkan plastik atau kemasan sekali pakai dengan membuat ecobrick. Upaya ini dilakukan untuk menekan penggunaan sedotan sekali pakai dan juga diharapkan mengurangi penumpukan sampah plastik.

Memberikan sedotan reusable dan ecobrick

Selain mengajak warga untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, Mikala juga membagikan Sedotan reusable kepada beberapa warga. Pembagian sedotan reusable tersebut dimaksudkan agar warga selalu ingat untuk membawa sedotan tersebut ketika ingin berpergian ke restoran, kafe serta dapat digunakan di rumah . Program ini diharapkan dapat mengingatkan warga akan bahaya dari penumpukan sampah plastik atau kemasan sekali pakai dan warga turut berpatisipasi dalam menjaga ekosistem darat dan lautan.