AJAK IBU PKK BULUSAN UNTUK BELAJAR VERTIKULTUR KARENA JAMAN SEKARANG GA PERLU LAHAN LUAS UNTUK BERCOCOK TANAM!

Tembalang, Semarang (08/02) – Tidak membutuhkan lahan yang luas untuk menanam sayuran di rumah. Ada beberapa metode sederhana dan mudah untuk menanam sayuran. Salah satu metode nya yaitu dengan metode menanam secara Vertikultur.

Vetikultur diambil dari dua kata Bahasa inggris, Verti daiambil dari kata Vertical yang artinya tegak lurus dari bawah ke atas atau kebalikannya, membentuk garis tegak. Kultur diambil dari kata Culture yang artinya yaitu budaya. Sehingga pengertian dari Verikultur yaitu metode bercocok tanam dengan memanfaatkan bidang vertikal secara bertingkat dengan tujuan memanfaatkan lahan sempit. Teknik vertikultur dilakukan dengan menggunakan media tanam berupa campuran tanah gembur dan pupuk. Sedangkan untuk wadah, bisa menggunakan botol bekas, rak gantung dan sebagainya. Pada intinya, seluruh tanaman nantinya disusun secara vertikal dan bertingkat supaya tidak memakan banyak ruang.

Tujuan dari metode ini yaitu memanfaatkan lahan sempit sehingga yang tidak punya lahan besar tetap bisa produktif di bidang pertanian. Tidak lupa sebagai upaya mencintai bumi kita dengan memanfaatkan botol bekas sebagai wadah untuk menanam. Keuntungan dari metode vertikultur yaitu mudah dipindahkan, minim gulma, minim hama, tidak memerlukan banyak pupuk dan lainnya. Kelemahanan nya yaitu hanya memerlukan perawatan yang rutin karena menggunakan media yang tidak banyak, sehingga nutrisi di dalam media cepat habis.

Contoh tanaman yang dapat ditanam menggunakan media vertikultur yaitu sawi, selada, cabe, kemangi dan lainnya.

Kegiatan sosialasisasi mengenai metode tanam Vertikultur pada tanggal 8 Februari 2021 di Kelurahan Bulusan, Tembalang, Semarang. Yang dihadiri oleh anggota ibu PKK.

Oleh : Maurent Jessica Arintaria (Mahasiswa KKN TIM I UNDIP 2021) dengan DPL : Yuliana Kristanto., S.A.P, M.Si