OMAIGAT (Olah Masker Setelah Pakai yang Tepat), Sarana Edukasi Asyik Seputar Pengelolaan Masker

Semarang (30/01) – Di tengah pandemi virus corona, sampah medis terutama sampah sarung tangan dan masker sekali pakai meningkat pesat. Hal tersebut berbahaya bagi mahkluk hidup dan lingkungan. Jumlah sampah medis yang meningkat ini bisa menjadi sumber penyakit baru dan berpotensi menularkan penyakit.

Memakai masker menjadi salah satu cara efektif mencegah penularan COVID-19. Semua pihak wajib memakai masker selama masa pandemi COVID-19. Pemakaian masker bedah diprioritaskan untuk tenaga kesehatan sedangkan masyarakat dianjurkan memakai masker non medis / masker kain yang memiliki 3 lapis. Masker kain dapat dicuci dan dipakai kembali. Oleh karena itu pencucian dan penyimpanan harus tepat.

Lewat OMAIGAT (Olah Masker Setelah Pakai yang Tepat) mahasiswa KKN TIM I Universitas Diponegoro memberikan penyuluhan melalui video edukasi pengolahan masker medis setelah dipakai berguna untuk mencegah potensi penularan penyakit yang telah diunggah ke Youtube dengan membagikan tautan video lewat Whatsapp Ketua RW 06 yang akan dibagikan ke warga RW 06 Kelurahan Kramas sebagai tempat pelaksanaan KKN.

Video OMAIGAT
(Olah Masker Setelah Pakai yang Tepat)

Dengan adanya edukasi ini diharapkan warga mampu meningkatkan pengetahuan dan praktik mengenai cara pencucian dan perawatan masker kain serta pembuangan masker medis yang tepat untuk mengurangi risiko penyebaran virus Covid-19.

“Edukasi yang diberikan bagus, video singkat dan kini kami jadi tahu mengolah masker yang tepat,” ujar Wakhid selaku Ketua RW 06 Kelurahan Kramas.

Penulis                                                 : Alya Binda U. (Fakultas Kesehatan Masyarakat 2017)

Dosen Pembimbing Lapangan KKN : Muhammad Zulfa Alfaruqy, S.Psi., M.A.