UMKM Bukti Nyata Kesejahteraan Desa Ujungwatu

Usaha Mikro Kecil dan Menengah atau yang sering disingkat UMKM, saat ini dianggap sebagai cara yang efektif dalam pengentasan kemiskinan. Dari statistik dan riset yang dilakukan, UMKM mewakili jumlah kelompok usaha terbesar. UMKM telah diatur secara hukum melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.

UMKM merupakan kelompok pelaku ekonomi terbesar dalam perekonomian Indonesia dan terbukti menjadi katup pengaman perekonomian nasional dalam masa krisis, serta menjadi dinamisator pertumbuhan ekonomi pasca krisis ekonomi. Selain menjadi sektor usaha yang paling besar kontribusinya terhadap pembangunan nasional, UMKM juga menciptakan peluang kerja yang cukup besar bagi tenaga kerja dalam negeri, sehingga sangat membantu upaya mengurangi pengangguran

3

Perkembangan UMKM juga sangat dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat Jepara, khususnya masyarakat Desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya UMKM contohnya dalam bidang makanan atau minuman, peternakan, tambak ikan dan udang, jasa dan masih banyak lagi. Karena hal tersebut, sehingga KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Ujungwatu melakukan pendataan UMKM, agar dapat mengetahui berapa jumlah UMKM yang terdapat di Desa Ujungwatu

5Kegiatan pendataan UMKM tersebut dilakukan oleh KKN Tim II Undip Desa Ujungwatu yang terbagi untuk pendataan di 3 RW yang ada di Desa Ujungwatu. Pendataan UMKM di RW 1 Dukuh Metawar dilakukan oleh  beberapa mahasiswa, diantaranya Anistia Prafitri (FEB), Lintang Agustina (FH), Muhammad Luthfi (FISIP) dan M. Fandiar Majid (FT), pendataan UMKM di RW 2 Dukuh Sidorejo dilakukan oleh beberapa mahasiswa, diantaranya Diaz Lupita (FEB), Ardy Suwito (FEB), Naffisa Elvaretta (FISIP) dan Muhadhofah Triana (FISIP), sedangkan yang di RW 3 Dukuh Grobogan dilakukan oleh Mohammad Mifahuddin (FK), Musdalifa Maftuhatul (FK) dan Mitha Ismi (FK). Pendataan ini dilakukan selama 3 hari dari tanggal 18-20 Juli 2016 secara door to door dan interview di rumah warga.

Dari pendataan UMKM, KKN Tim II Undip Desa Ujungwatu mendata sample UMKM kurang lebih 20 UMKM. UMKM yang terdapat di Desa Ujungwatu dominan pada kluster makanan atau minuman. Sebagian besar UMKM di Desa Ujungwatu terhambat pada permodalan seperti yang disampaikan oleh Ibu Ainun selaku pemilik Toko Hari Jaya, “Ya begini mbak, bisa jual jajanan sama minuman. Yang namanya orang desa pasti susah modalnya, jadi ya modalnya nambah dikit-dikit.” Hambatan lain yang dialami UMKM di Desa Ujungwatu yaitu masih menggabungkan kekayaan usaha dengan kekayaan pribadi, yang artinya warga Desa Ujungwatu belum mengetahui pembukuaan keuangan dengan baik, serta beberapa UMKM lain masih bermasalah pada perizinan usahanya seperti yang disampaikan oleh Ibu Sri Hartini, pemilik jasa Tata Rias Arista Putri, “Kalau untuk menjalankan usaha rias ini saya menggunakan modal saya seadanya, tapi belum ada izin usahanya.”4