Pendapatan Menurun, Mahasiswa Undip Adakan Pelatihan Membuat Konektor Masker Guna Menciptkan Pelaku Usaha Ekonomi Kreatif Bidang Kerajinan

Semarang(27/7) Dua tahun belakangan ini, dunia dihebohkan adanya virus yang dinamakan virus Corona. Coronavirus adalah kumpulan virus yang dapat menginfeksi sistem pernapasan hingga dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, hingga kematian pada manusia. Pemerintah Indonesia sendiri telah mengeluarkan kebijakan terkait penanganan dan pencegahan virus Corona, diantaranya dengan membatasi mobilitas, menjaga jarak, menggunakan masker dan mengurangi kerumunan. Kondisi tersebut berimbas pada berbagai sektor, utamanya sangat dirasakan pada sektor perekonomian.

Di tengah berbagai macam kesulitan selama pandemi, terdapat fenomena menarik seputartren usaha di Indonesia dengan ekonomi kreatif yang mungkin dapat dilakukan sambil menggali hobi kreatifitas sehingga menciptakan lapangan kerja.  Salah satu tren yang kreatif adalah pembuatan pengait masker yang sangat diminati oleh perempuan yang berjilbab dimana mereka kesulitan memakai masker dengan tali yang dicantolkan di daun telinga untuk itu, hal ini merupakan sebuah peluang yang dapat dimanfaatkan.

Mahasiswi KKN Tim II Universitas Diponegoro 2021 yang berdomisili di Kota Semarang memiliki ide untuk memberikan pelatihan membuat konektor masker menggunakan bahan yang sederhana kepada warga RW 13 Tambak Lorok Kelurahan Tanjung Mas. Dimana sebagian besar penduduk laki-laki bekerja sebagai nelayan dan perempuan yang menjadi Ibu Rumah Tangga. Pelatihan ini diharapkan dapat menambah ketrampilan ibu rumah tangga dan menciptakan pelaku usaha ekonomi kreatif sehingga dapat menambah penghasilan warga sekitar Tambak lorok. Media yang digunakan dalam pelatihan yaitu dalam bentuk vidio informative yang disebarkan melalui Youtube dan Whatsapp.

Permasalahan yang ditemukan oleh mahasiswi adalah menurunnya pendapatan warga RW 13 Tambak lorok Kelurahan Tanjung Mas di masa pandemic Covid-19, untuk itu dengan adanya pelatihan ini diharapkan dapat membantu perekonomian warga RW 13.

Pelatian pembuatan masker dilakukan dengan mengirimkan materi dan video melalui Whatsapp yang dilakukan pada hari Jumat 23 Juli 2021 kepada Ketua RW 13 guna dapat disebarluaskan kepada grup RT RW dan Ibu PKK setempat agar dapat efektif informasi tersebar ke masyarakat. Kemudian pada hari Minggu 25 Juli 2021 mahasiswi mambagian masker dan pengait masker kepada warga sekitar RW 13 Tambak Lorok yang berjalan dengan lancar.

Penulis: Dewi Martini (IESP-FEB)

Dosen Pembimbing Lapangan: Dr. Ir. Martini., M.Kes