Hampir Bangkrut Karena Pandemi, Mahasiswa KKN Tim II Undip Lakukan Edukasi Pentingnya Pembukuan Transaksi Keuangan pada UMKM di Desa Burikan

Pelatihan Pembukuan Keuangan Sederhana dengan UMKM

Klaten (21/07) – Semakin lama dampak pandemi semakin besar. Dampak besar juga melanda sektor perekonomian, salah satunya UMKM. UMKM merupakan roda perekonomian negara di masa depan. Pandemi yang terjadi di Indonesia kian memburuk sehingga UMKM mengalami kesulitan dalam melakukan survive. Banyak UMKM yang terpaksa gulung tikar sebab telah kalah oleh keadaan. Hal ini mendorong Mahasiswa KKN Tim II Undip aktif dalam membantu kelangsungan hidup UMKM yang ada di Indonesia.

UMKM yang terdampak pandemi salah satunya berada di Desa Burikan, Kecamatan Cawas, Kabupaten Klaten. Mahasiswa KKN Tim II Undip melakukan observasi mengenai kegagalan yang dialami UMKM dalam menjaga kelangsungan usahanya di masa pandemi. Faktor utama yang menyebabkan kegagalan UMKM adalah rendahnya kesadaran mengenai pentingnya pembukuan transaksi keuangan dalam usaha yang dijalankan. Di sisi lain, pembukuan transaksi keuangan sangat penting bagi semua entitas yang menjalankan usaha, baik usaha di bidang jasa maupun usaha di bidang dagang.

Mahasiswa KKN Tim II Undip memutuskan mengadakan edukasi dan pelatihan pembukuan keuangan sederhana bagi UMKM di Desa Burikan. Pelatihan dilaksanakan selama satu minggu, dimulai dari tanggal 08 Juli hingga 14 Juli 2021. Pelatihan pembukuan sederhana bagi UMKM dilaksanakan secara door to door. Hal ini mengingat keadaan di masa sekarang yang tidak memungkinkan untuk mengumpulkan massa dalam satu tempat. Pelatihan pembukuan keuangan sederhana memiliki target sasaran UMKM di Desa Burikan seperti toko kelontong. Setelah diadakan edukasi dan pelatihan selama satu minggu, dilanjutkan dengan pendampingan, monitoring, serta evaluasi atas pelatihan yang telah dilaksanakan. Pendampingan, monitoring, dan evaluasi dilakukan selama satu minggu dengan teknis yang sama yaitu door to door.

Edukasi dan pelatihan pembukuan sederhana ini diharapkan dapat membantu para UMKM dalam membuat laporan keuangan. Laporan keuangan yang dimiliki UMKM yang nantinya akan digunakan dalam penjaminan pinjaman kredit pada bank. Mengingat di masa pandemi, para UMKM membutuhkan lebih banyak lagi modal untuk menjaga kelangsungan usahanya.