Siap Hadapi Tantangan Ekonomi di Masa Pandemi, Mahasiswa KKN Undip Ajak Masyarakat Bijak Mengelola Keuangan

Melakukan Edukasi Pengelolaan Keuangan dan Pencegahan Penyebarluasan Varian Virus Delta B16172

Bantul (23/7) – Pandemi yang berkepanjangan memengaruhi kondisi perekonomian dan daya beli masyarakat. Banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan, tulang punggung keluarganya meninggal, ataupun usahanya gulung tikar. Menurut Bappeda, selama lima tahun terakhir, Kabupaten Bantul merupakan daerah yang memiliki tingkat kemiskinan paling tinggi dibanding kabupaten/kota lain di DIY. Kondisi itu diperparah dengan adanya pandemi yang mengakibatkan peningkatan kemiskinan dari 131,15 ribu jiwa (2019) menjadi 138,66 (2020).  

Itulah yang terjadi juga pada masyarakat di RT13 Dusun Sorowajan. Hal tersebut menyebabkan tingkat pendapatan yang menurun tidak berbanding lurus dengan kebutuhan hidup yang terus berjalan, bahkan meningkat selama pandemi. Kemampuan mengelola keuangan dengan baik pun menjadi sesuatu yang mendesak guna menyiapkan diri menghadapi tantangan ekonomi di masa pandemi. Terlebih masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan bantuan-bantuan dari pemerintah maupun orang lain. Disini, mahasiswa KKN Undip hadir untuk memberi edukasi langsung tentang cara-cara mengelola keuangan yang efektif dan efisien di masa pandemi kepada masyarakat RT13 Dusun Sorowajan, yang dilaksanakan secara door to door dengan media poster.

Di samping memberi edukasi tentang mengelola keuangan, mahasiswa KKN Undip juga melakukan edukasi tentang pencegahan penyebarluasan varian virus Delta B16172. Varian ini sedang banyak mengancam masyarakat dari segala kalangan, namun tingkat kepedulian dan kewaspadaan masyarakat justru semaking berkurang. Banyak yang acuh-tak acuh terhadap protokol kesehatan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dalam lima tahap kunjungan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan ketat.

Program ini memiliki tujuan utama untuk membantu masyarakat agar bisa menjaga kondisi perekonomian secara mandiri, baik individu maupun keluarga agar tetap terkendali. Kebutuhan dasar pun tetap bisa terpenuhi dengan baik di tengah kondisi yang tidak menentu. Di sisi lain, meningkatkan kepedulian masyarakat agar semakin aware terhadap kondisi disekitarnya agar dampak pandemi dapat diminimalkan. Respon masyarakat RT13 Dusun Sorowajan terhadap edukasi ini pun cukup positif.

“Program yang dijalankan memberi dampak baik, terlebih dalam kondisi perekonomian yang sangat terpuruk, seperti sekarang. Masyarakat disini pun lebih teredukasi bahwa pandemi ini bukan hal yang patut disepelekan dan bukan hoax semata” – Ketua RT13 Dusun Sorowajan.  

Penulis: Agustin Chandra Mahardhika ( Ilmu Ekonomi, FEB, Universitas Diponegoro)

Editor: Abdi Sukmono, S.T., M.T.