UNDIP BERSAKSI

“Bismillahirrahmaanirrahim, dengan mempertimbangkan hasil perolehan suara pada malam hari ini, dengan ini kami nyatakan Bapak Mutholib sebagai Kepala TPQ Al-Miftah Desa Bulugede periode 2017-2022.”

Demikianlah pernyataan dari salah satu anggota Tim II KKN UNDIP Desa Bulugede 2017. Diiringi dengan gema takbir dan ucap syukur di penjuru ruangan, TPQ Al-Miftah Desa Bulugede pun mendapatkan ketua kepengurusan yang baru.

Pada malam itu, tepatnya hari Jumat, 21 Juli 2017 Tim II KKN UNDIP mengikuti undangan rapat pemilihan Kepala TPQ Al-Miftah Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kendal. Tim yang beranggotakan 9 orang itu sebelumnya telah diberikan amanah oleh Kepala Desa untuk menjadi pengawas sekaligus tamu undangan dalam rapat reorganisasi TPQ.
20170721_20350420170721_222000
Sebagai satu-satunya TPQ di desa, Al-Miftah telah menjadi pusat pendidikan Al-Quran bagi anak-anak usia dini di Desa Bulugede. Berbekal 2 bangunan yang disekat untuk membentuk ruang-ruang di dalamnya, Taman Pendidikan Quran (TPQ) Al-Miftah memainkan peranan penting bagi pembentukan karakter yang berlandaskan Islam bagi anak-anak desa. Tak pelak, hal inilah yang membuat keberadaan Al-Miftah memperoleh banyak perhatian baik dari kalangan pemuka agama maupun pejabat-pejabat desa. Hal ini terbukti saat rapat reorganisasi Jumat lalu. Rapat pada malam hari itu dihadiri sejumlah ustad & ustadzah, para kyai, sesepuh, serta perangkat desa.

Setelah diawali dengan doa dan pembukaan dalam Bahasa Jawa, rapat dilanjutkan dengan pemaparan LPJ oleh ketua komite TPQ. Rapat pun berlanjut dengan memasuki sesi tanya jawab. Tidak banyak suara yang keluar pada saat itu hingga Pak Anas, salah satu anggota komite mulai mengangkat diskusi mengenai alokasi gaji pengajar sebesar Rp 50.000 per bulan yang dinilai terlalu rendah. Pak Anas mengusulkan agar besaran gaji tersebut dinaikkan hingga Rp 100.000 pada periode kepengurusan TPQ selanjutnya. Meski demikian, usul ini ditolak bulat oleh seluruh anggota rapat dengan alasan bahwa penetapan besaran gaji tersebut sejak awal merupakan usulan yang diberikan para pengajar di TPQ itu sendiri. Penetapan ini diperoleh dengan pertimbangan bahwa pemasukan dari uang spp siswa hanya mampu mencukupi alokasi sebesar Rp 50.000 saja.

Setelah menemui kesepakatan, rapat pun berlanjut dengan memasuki sesi inti dari keseluruhan rangkaian acara: pemilihan ketua TPQ. Moderator pun langsung mempersilahkan perwakilan dari Tim KKN UNDIP, Yoga Arfiansyah Firdaus dan Tsara Firdaus untuk maju sebagai saksi dalam perhitungan hasil pemungutan suara yang telah dilangsungkan sebelumnya.

“Sah” begitulah satu kata yang terucap setiap kali surat suara dibuka, dan dari tiap surat suara yang ada, nama Mutholib seringkali muncul. Benar saja, Bapak Mutholib, seorang yang dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan dermawan dikalangan masyarakat Desa Bulugede, memperoleh kemenangan telak. Dari total 23 surat suara yang terhimpun, 18 diantaranya memilih Pak Mutholib.

Rapat pun diakhiri dengan doa. Jam menunjukkan pukul 23.03 saat Tim KKN bergegas kembali menuju Posko KKN. Pada malam hari itu, Tim II KKN UNDIP Desa Bulugede menyadari bahwa saat memberikan kesaksiannya dalam memutuskan kepemimpinan sebuah Taman Pendidikan Quran, ia tidak hanya bersaksi di depan manusia, tetapi juga di hadapan Tuhan.