INDONESIA DARURAT SAMPAH PLASTIK, MAHASISWA UNDIP MANFAATKAN KAIN PERCA MENJADI TOTEBAG SEBAGAI PENGGANTI KANTONG PLASTIK

Rejosari, Pekanbaru (1/8) – Pada Saat ini mahasiswa UNDIP sedang melaksanakan kegiatan KKN yang dimulai sejak 30 Juni – 12 Agustus 2021. Tema tahun ini yakni “Sinergi Perguruan Tinggi dengan Masyarakat di Masa Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembagunan Berkelanjutan (SDGs) Melalui Kuliah Kerja Nyata”.

Penggunaan plastik yang berlebihan memiliki dampak, salah satunya ekosistem laut. Pertama, dapat membunuh terumbu karang sebagai biodervesitas lautan. Kedua, dapat membunuh mangrove secara perlahan. Mangrove berfungsi sebagai penahan erosi dan abrasi, jika mangrove mati akan berpotensi terjad bencana alam. Ketiga, dapat membunuh hewan laut. Sampah yang menggenangi di lautan berpotensi dimakan hewan laut. Konsumsi plastik oleh hewan laut dapat menyebabkan pendarahan internal serta penyumbatan pada saluran pencernaan.

Berdasarkan data statistik 2020, Indonesia menghasilkan 64 juta ton sampah setiap tahunnya dengan persentase sampah plastik sebesar 16% (indonesia.go.id). Berdasarkan pernyataan tersebut, terdapat 10,24 ton sampah plastik yang sukar terurai. Saat ini masyarakat masih banyak menggunakan kantong plastik sekali pakai untuk beraktivitas seperti berbelanja karena lebih praktis. Data statistik di Pekanbaru menujukkan sampah plastik menghasilkan 1260 ton per bulan dari total 6300 ton sampah secara keseluruhan.

Berkaitan dengan permasalahan tersebut, sebagai salah satu peserta KKN, Nadya Yulia Kartika, mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro memanfaatkan kain perca untuk dijadikan totebag sebagai alternatif kantong belanja. Selain itu, Nadya juga membuat sebuah modul yang berjudul “Minimasi Penggunaan Plastik”. Modul ini sebagai media edukasi kepada warga RT O3/RW17 Kelurahan Rejosari khususnya ibu-ibu karena lebih dominan dalam kegiatan berbelanja. Sosialiasi ini dilakukan secara offline dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat.

Media Sosialisasi
Sosialisasi Program Kerja SDGs kepada Ibu-Ibu PKK RT 03/RW 17
Sesi Foto Bersama

Sosialisasi berjalan dengan baik dan ibu-ibu PKK antusias dengan materi yang dipaparkan. Salah satu ibu-ibu memberikan pertanyaan mengenai jenis plastik apa yang baik untuk digunakan untuk makanan dan minuman? Kemudian saya menjelaskan bahwa jenis plastik yang baik digunakan yakni kode nomor 4 dan 5 perbedaannya adalah nomor 4 dari segi material sulit dihancurkan sedangkan nomor 5 bisa digunakan berulang kali dalan jangka waktu yang panjang. Kemudian ibu-ibu PKK juga tertatik dengan totebag yang saya buat, kegiatan membuat totebag juga bisa dijadikan kegiatan bermanfaat saat menghadapi situasi PPKM. Untuk video tutorial pembuatan totebag sudah dicantumkan pada modul dengan melakukan scan barcode.

Harapan saya dengan adanya sosialisasi untuk minimasi penggunaan plastik bisa meningkatkan kesadasaran msyarakat bahwa penggunaan plastik memiliki efek yang buruk terhadap ekosistem manusia dengan lingkungannya.

Penulis: Nadya Yulia Kartika_21070118120022_Teknik Industri

DPL: Prof. Dr. Ir. Florentina Kusmiyati, M.Sc.