UNIK! TERHALANG PPKM, MAHASISWI KKN UNDIP TINGKATKAN KESADARAN DIRI WARGA DENGAN MANFAATKAN KARANG TARUNA DESA

Gambar 1: Dokumentasi Pelaksanaan Program Kerja I

Sembung, Kab. Jombang (27/07/2021) – Mahasiswi KKN TIM II UNDIP 2021 tetap melaksanakan kegiatan KKN di tengah pandemi dengan ditunaikannya program kerja terkait pemberantasan Covid-19 meskipun terhalang oleh berbagai situasi dan kondisi, di mana penyelenggaraan program itu sendiri bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran pada diri masyarakat untuk terbiasa hidup sehat dan higienis demi terhindar dari paparan virus Covid-19.

Perbedaan situasi dan kondisi tentunya juga akan membawa perubahan dalam berjalannya kehidupan sehari-hari. Dengan keberadaan Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai sejak awal kemunculannya di Indonesia pada awal Maret tahun lalu, pelaksanaan KKN Mahasiswa UNDIP tentunya juga memiliki perbedaan dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tepatnya sejak pertengahan tahun 2020, pelaksanaan KKN UNDIP secara umum dapat dikatakan mengusung konsep KKN Pulang Kampung, di mana mahasiswa dipersilahkan untuk melakukan kegiatan KKN di wilayah tempat tinggalnya masing-masing guna mengurangi resiko penyebaran virus Covid-19. Pelaksanaan KKN TIM II UNDIP 2021 masihlah menggunakan konsep yang sama dengan periode sebelumnya, perbedaannya hanya terletak pada adanya kebijakan pembatasan model terbaru, yakni PPKM.

Sayangnya, masyarakat desa di kebanyakan daerah acap kali mengabaikan kebijakan terkait pembatasan yang terus mengalami perubahan nama dan metode sejak tahun lalu karena beragam alasan, terutama berkaitan dengan masalah perekonomian. Berdasarkan hasil pengamatan selama masa survei, terlihat bahwasannya masih banyak masyarakat desa yang mengabaikan protokol kesehatan, padahal berada di luar rumah dan sedang berkumpul dengan para tetangganya.

Dikatakan pula oleh salah seorang narasumber terkait masih berjalannya aktivitas Salat Idul Adha sekaligus Kurban di masjid, meskipun terbatas pada masjid lingkungan RT/RW masing-masing. Selain itu, pelaksanaan tahlilan saat ada salah satu warga yang berpulang juga ternyata masih dilaksanakan. Adapun secara keseluruhan pelaksanaan dilatarbelakangi dengan tradisi masyarakat setempat yang katanya sulit untuk dihilangkan.

Oleh karena itu, berkaitan dengan pemberantasan Covid-19, mahasiswi UNDIP tersebut melaksanakan kegiatan mengenai Penanaman Kesadaran Diri Masyarakat Akan Pentingnya Budaya Hidup Sehat dan Higienis Guna Menjaga dan Menjauhkan Diri dari Terpapar Covid-19 dengan media pelengkap berupa poster dan pamflet.

Gambar 2: Poster Program Kerja I
Gambar 3: Pamflet Program Kerja I

Melalui pertimbangan atas efisiensi waktu, efektifitas kegiatan, serta penerapan protokol kesehatan, dirinya memutuskan untuk sekaligus melaksanakan program kerja tersebut secara door to door dengan melakukan penempelan poster di beberapa tempat dan penyebaran pamflet terkait pemberantasan Covid-19 yang disertai dengan pembagian masker dan stiker gratis kepada warga RT 3/RW 1, Desa Sembung, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, Jawa Timur.

Gambar 4: Pelaksanaan Pembagian Pamflet dan Masker Gratis
Gambar 5: Penempelan Poster di Beberapa Tempat

Normalnya, kegiatan sosialisasi dilaksanakan di balai desa, namun guna menghindari penyebaran virus Covid-19, mahasiswi tersebut memutuskan untuk mewujudkan sosialisasi dengan memanfaatkan keberadaan Karang Taruna Desa Sembung sebagai perantara antara mahasiswi pelaksana KKN dengan warga RT 3/RW 1 Desa Sembung, sehingga apabila terdapat pertanyaan atas pamflet yang diedarkan, para warga dapat menemui atau menghubungi anggota Karang Taruna Desa Sembung, yang telah dipilih oleh Perangkat Desa Sembung untuk memandu sekaligus membantu penyampaian keluh kesah maupun pertanyaan masyarakat terkait edaran yang disebarkan. Setelahnya hal tersebut akan dikomunikasikan kepada mahasiswi KKN dan jawabannya akan dikembalikan kepada warga terkait.

Gambar 6: Konfirmasi Kepada Anggota Karang Taruna Terkait Tanggapan Warga

Tentunya konsep unik itu diusung berlandaskan pada beragam faktor yang terdapat dalam masyarakat, di mana pada faktanya adalah masih banyak masyarakat desa yang kurang mengenal teknologi karena waktunya dihabiskan untuk bekerja yang menjadikan mayoritas warga jarang berkontak dengan ponsel biasa maupun smartphone, serta penghasilan yang pas-pasan hanya cukup untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari, sehingga agar tidak membebankan warga baik dalam penggunaan aplikasi maupun pembelian kuota internet maka pelaksanaan sosialisasi menggunakan media grup WhatsApp dan zoom meeting harus dihindari.

Selain itu, berkaitan dengan grup WhatsApp itu sendiri dikatakan oleh anggota karang taruna bahwasannya warga Desa Sembung khususnya pada RT/RW terkait belum memiliki grup WhatsApp sama sekali, yang kurang lebihnya beralaskan pada hal yang telah disebut di atas.

Dengan diselenggarakannya program kerja guna memenuhi kewajiban pelaksanaan KKN oleh mahasiswi KKN TIM II UNDIP 2021 tersebut diharapkan dapat lebih menggugah kesadaran diri warga Desa Sembung dalam menerapkan budaya hidup sehat dan higienis guna terhindar dari paparan virus Covid-19.

Oleh : Rizka Meidiani Putri (Fakultas Hukum Universitas Diponegoro)

Dosen Pembimbing : dr. Farmaditya Eka Putra, M.Si., Ph.D.