MAHASISWA UNDIP MENGEDUKASI REMAJA LAMPER TENGAH UNTUK GERAKAN LITERASI TENTANG INTERNASIONALISASI PERGURUAN TINGGI

Lamper Tengah, Semarang Selatan (01/08) – Pandemi memberi dampak kepada banyak sektor untuk berkembang, tak luput juga pada perkembangan sektor pendidikan. Di Indonesia, pembangunan berkelanjutan difokuskan untuk mencerdaskan bangsa, kesehatan masyarakat, kesetaraan gender, pendidikan berkualitas, serta mengurangi angka kemiskinan. Tujuan pembangunan ini juga didukung oleh tujuan Sustainable Development Goals (SDGs). Sesuai dengan SDGs no.4 yaitu untuk mencerdaskan bangsa serta membangun pendidikan yang lebih berkualitas agar menghasilkan SDM yang berkualitas. Saat ini, para pelajar terutama pada tingkat SMA masih memiliki tingkat literasi yang rendah mengenai internasionalisasi Perguruan Tinggi. Maka dari itu, mahasiswa Universitas Diponegoro mengadakan sosialisasi mengenai “Gerakan Literasi Internasionalisasi Perguruan Tinggi Pada Masa Pandemi”. Kegiatan ini dilakukan pada hari Selasa (27/7) yang dihadiri oleh karang taruna Kel. Lamper Tengah, Kec. Semarang Selatan dan dilakukan secara daring melalui Zoom Meeting

Sosialisasi gerakan literasi internasionalisasi Perguruan Tinggi kepada remaja Lamper Tengah pada hari Selasa (27/7).

Dalam kegiatan sosialisasi ini, dijelaskan mengenai kondisi Perguruan Tinggi di Indonesia dalam menghadapi era globalisasi. Alasan mengapa pelajar perlu memiliki literasi mengenai internasionalisasi Perguruan Tinggi ialah untuk mengajak para pelajar agar tetap bersekolah di dalam negeri dan ikut serta mengurangi fenomena brain drain di negaranya. Brain Drain merupakan sebuah kasus siswa yang memilih untuk tinggal di luar negeri dibanding pulang ke negara asalya karena mendapatkan gelar lebih tinggi dari universitas di luar negeri. Lebih jelasnya, brain drain biasanya dilakukan oleh intelektual negara-negara berkembang yang memiliki kualitas pendidikan yang rendah untuk mengembangkan potensinya di negara yang lebih maju dan memiliki kualitas pendidikan yang tinggi.

Mahasiswa Universitas Diponegoro juga menjelaskan bahwa fenomena brain drain ini perlu dikurangi karena akan menghambat pembangunan suatu bangsa. Hal ini disebabkan karena dengan adanya angka brain drain yang meningkat pada suatu negara maka potensi sumber daya manusia negara tersebut akan berpindah ke negara lain. Tak hanya sebatas pelajar yang harus di edukasi, tetapi kualitas pendidikan Perguruan Tinggi yang ada di Indonesia juga perlu diperbaiki dan diperluas jangkauan ilmunya menyesuaikan dengan tuntutan era globalisasi pada saat ini. Peningkatan kualitas ini harus dilakukan agar calon mahasiswa yang memiliki potensi-potensi yang sebelumnya belum ada bidangnya di Indonesia dapat mengembangkan bidangnya di negaranya sendiri. Berdasarkan riset yang telah ada, pelajar memiliki indikator-indikator tertentu dalam memilih Perguruan Tinggi yakni dimulai dari reputasi akademik sampai reputasi pemberi kerja. 

Tak hanya mengadakan sosialisasi, mahasiswa Universitas Diponegoro juga melakukan penempelan poster mengenai Gerakan Literasi Internasionalisasi Perguruan Tinggi di sekitar Kel. Lamper Tengah, Kec. Semarang Selatan pada hari Kamis, (29/7). Melalui sosialisasi yang dilakukan mahasiswa Universitas Diponegoro ini diharapkan agar para pelajar di daerah Kel. Lamper Tengah, Kec. Semarang Selatan dan sekitarnya dapat menjadikan sosialisasi ini sebagai bentuk edukasi mengenai Gerakan Literasi Internasionalisasi Perguruan Tinggi. Serta diharapkan bagi pelajar agar dapat meningkatkan literasi yang mereka miliki baik mengenai Gerakan Literasi Internasionalisasi juga diluar hal tersebut agar Indonesia dapat meningkatkan angka literasi masyarakatnya sehingga dapat menjadi generasi yang cerdas dan kompeten.

Penempelan poster gerakan literasi internasionalisasi Perguruan Tinggi di papan baca Lamper Tengah oleh mahasiswa KKN Undip pada hari Kamis (29/7).

Penulis : Jihan Nabila (FISIP – Hubungan Internasional)

Pembimbing : Rosyida S.P., M.Sc