S O S!

Tegal (02/08/2021) – Pandemi sudah berjalan 1 tahun lebih, seluruh dunia terkena dampak dari pandemi ini mulai dari ekonomi, kesehatan bahkan berdampak ke pendidikan. Bahaya dari covid-19 sudah ditunjukkan dari angka kematian yang disebabkan oleh virus corona. Hal ini berpengaruh pada kesehatan mental seseorang. World Health Organization (WHO) melakukan survey tentang kesehatan mental. Dari survey tersebut, diketahui adanya peningkatan akses dan layanan kesehatan mental di beberapa negara. Hal ini menunjukkan bahwa selain memberikan efek pada kesehatan fisik, Covid-19 berpengaruh juga terhadap kesehatan mental seseorang.

Beberapa negara, termasuk Indonesia mengalami gelombang covid-19 kedua. Hal ini membuat orang yang terinfeksi covid-19 meningkat pesat. Dari data statistik yang didapat dari covid19.go.id menunjukkan kasus yang terkonfirmasi positif mencapai 56.757 orang pada tanggal 15 Juli 2021. Informasi terbaru mengenai kasus positif pada tanggal 1 Agustus 2021 mencapai 30.738 kasus.

Data Kasus Covid-19 Per-Provinsi.

Orang yang positif covid-19 harus dirawat di rumah sakit atau isolasi mandiri di rumah. Pemerintah Jawa Tengah membuat program yang dinamakan “Jogo Tonggo”. Program ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat untuk saling memperhatikan sesama tetangga. Jika ada orang yang positif, tetangga lainnya dapat membantu memberikan makanan, keperluan yang dibutuhkan dan lain-lain. Data di atas dan program yang diusulkan pemerintah Jateng menjadi awal mula dari munculnya ide program KKN ini.

Program KKN yang diberikan yaitu Sahabat Orang Sakit (SOS). SOS pada umumnya dikenal sebagai singkatan dari “save our soul” dan biasa digunakan sebagai tanda bahaya. Program ini bertujuan untuk memberikan dukungan mental bagi orang yang sedang isoman. Perlu diketahui bahwa kebersamaan serta kepedulian merupakan hal yang penting di kala pandemi ini, Tidak sedikit orang yang bertindak egois ataupun mendahulukan kepentingan diri sendiri  dan bisa dibilang tidak ingin melaporkan kondisi medisnya jika sudah diketahui positif covid-19 pada pemimpin daerah setempat, sehingga kemungkinan besar dapat merugikan daerah tersebut. Orang yang positif cenderung akan panik dan takut dijauhi di lingkungannya. Program ini dilakukan secara online yaitu melalui chat atau call whatsapp.

Komunikasi dengan warga yang sedang Isoman.

Dari beberapa feedback orang yang menjadi subyek program ini mengatakan bahwa cukup terbantu karena merasa ada yang memperhatikan. Program ini dapat dikembangkan lagi untuk menjadi program di organisasi masyarakat seperti perkumpulan ibu PKK, atau perkumpulan remaja desa. Selain itu bisa dilakukan dengan cara meeting bersama-sama seperti contoh menggunakan zoom untuk saling memberikan semangat bagi yang sedang isoman.

KKN TIM 2 Universitas Diponegoro