KKN Dimasa Pandemi, Mahasiswa UNDIP Gencarkan Warga untuk Memanfaatkan Pekarangan Rumah Jadi Apotek Hidup

Cilacap (07/08/2021). Pada masa Pandemi Covid-19 ini KKN TIM II UNDIP 2021 dilaksanakan secara individu didesa masing-masing dengan tetap mematuhi protokol kesehatan Covid-19. Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang tergabung dalam KKN TIM II UNDIP melakukan sosialisasi dan praktek secara langsung budidaya Apotek Hidup. Kegiatan ini ditujukan kepada masyarakat RT 004 RW 005 Dusun Gunung Nangka, Desa Gentasari, Kecamatan Kroya (24/7).

Pada kondisi pandemi Covid-19 seperti sekarang  ini, budidaya Apotek Hidup dirasa tepat karena dapat dimanfaatkan sebagai obat-obatan herbal yang dapat meningkatkan imunitas tubuh dan selain itu juga dapat mengobati atau mengatasi berbagai penyakit. Tanaman apotek hidup sendiri masuk dalam program pemerintah bernama P2KP (Program Peningkatan Konsumsi Pangan) dengan memanfaatkan lahan kosong sebagai media.

Tujuan dari kegiatan ini selain sebagai salah satu kegiatan positif yang dapat dilakukan selama pandemi covid-19, juga dapat memicu masyarakat akan kesadaran dan ketertarikan menanam tanaman apotek hidup, meningkatkan pengetahuan masyarakat akan pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang kosong untuk penanaman tanaman obat, serta memberikan pengetahuan masyarakat tentang tanaman yang dapat digunakan untuk obat sebagai apotek hidup.

Kegiatan ini bertempat disalah satu pekarangan milik  warga yang bersedia untuk dimanfaatkan sebagai lahan budidaya apotek hidup dan sebelumnya sudah dibersihkan dan digemburkan terlebih dahulu. Proses kegiatan pertama yaitu sosialisasi untuk memberikan gambaran dan pemahaman warga berkaitan dengan budidaya apotek hidup yang dilakukan secara daring melalui grup WhatsApp. Setelah warga memahami apa itu apotek hidup lewat sosialisasi sebelumnya, kemudian kegiatan dilanjutkan untuk penyediaan alat dan bahan serta mengumpulkan tanaman obat. Dan kegiatatan selanjutnya yaitu eksekusi paktik pembuatan Apotek hidup yang dilakukan oleh perwakilan 5 ibu-ibu PKK RT 004. Adapun beberapa jenis tanaman obat yang ditanam oleh perwakilan ibu-ibu PKK RT 004 seperti jahe, kunyit, kencur, bawang merah, bawang putih, kunyit putih, bawang Dayak, sirih kuning, sirih cina, asam jawa, daun salam, daun mint, jarak merah, lidah buaya, dan masih banyak lagi.

Tanaman obat yang akan ditanam
Lahan yang akan dijadikan media tanam
Proses budidaya tanaman obat

Pada Kegiatan ini diharapkan masyarakat di Desa Gentasari dapat mengolah pekarangan kosong dengan budidaya apotek hidup selain dapat dikonsumsi sendiri, juga dapat dijadikan usaha yaitu dengan menjual bibit tanaman serta hasil dari budidaya apotek hidup tersebut.

Penulis : Yekti Wanci Widandani (Mahasiswa S1 Keperawatan Undip)

DPL     : Dr. Rr. Karlina Aprilia, SE., MSc, Akt