Gawat! 61% Sampah di Jakarta Berasal dari Limbah Rumah Tangga, Cari Tahu Cara Mengolahnya!

Jakarta (1/8) – Tahun 2020 lalu, tercatat produksi sampah di Jakarta per harinya mencapai 7600 ton dan mayoritas 61% merupakan sampah yang dihasilkan dari rumah tangga. Sampah yang menumpuk dan tidak terolah dengan tepat sangatlah berbahaya karena dapat mencemari lingkungan. Tingkat populasi dan konsumsi yang cenderung meningkat juga memicu kenaikan angka produksi sampah. Khawatir akan dampak yang semakin meluas, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II 2021 dari Universitas Diponegoro menyerukan agar masyarakat RT 006 RW 02 Kelurahan Balekambang, Jakarta Timur mulai menerapkan gaya hidup yang berkelanjutan.

Salah satu gaya hidup yang berusaha digaungkan adalah penerapan konsep 4R atau Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), dan Refuse (menolak). Fokus utama pada kegiatan KKN kali ini adalah daur ulang. Pengolahan sampah bukan hanya tugas pemerintah selaku penyedia infrastruktur. Kita sebagai masyarakat yang bertanggung jawab juga sebisa mungkin meminimalisir sampah yang diproduksi serta memanfaatkannya kembali. Hal ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Nomor 12 yang ingin menjamin pola produksi dan konsumsi yang berkelanjutan.

Pembuatan Pupuk Kompos oleh Mahasiswa KKN Undip

Proses daur ulang yang mudah diterapkan di skala rumah tangga adalah daur ulang limbah rumah tangga menjadi pupuk kompos. Bahan baku utama pembuatannya adalah limbah rumah tangga yang meliputi sampah organik nitrogen seperti kulit buah, sisa sayuran yang belum dimasak, cangkang telur, dan dedaunan hijau, serta sampah organik karbon seperti daun dan ranting kering, tisu, kertas, kardus, atau produk lain yang berbahan dasar kayu. Bahan lainnya adalah EM4 Pertanian dan Molase yang nantinya akan dicampur dan didiamkan selama kurang lebih 8 minggu hingga siap digunakan. Hasil pembuatan pupuk kompos dapat dimanfaatkan untuk menutrisi tanaman dan tanah yang ada di pekarangan rumah. Pupuk yang berasal dari bahan organik tentu tidak akan mencemari lingkungan jika digunakan dalam jangka panjang dan hasil panen juga tidak terkontaminasi bahan berbahaya sehingga aman untuk dikonsumsi keluarga.

Mengingat saat ini masih diberlakukan PPKM Jawa-Bali, pelaksanaan KKN diadakan secara daring. Luaran yang dihasilkan oleh Mahasiswa KKN Undip berupa booklet yang berisikan penjelasan lengkap mengenai pembuatan pupuk kompos. Booklet tersebut dapat diakses melalui https://issuu.com/yasminfathina/docs/membuat_pupuk_kompos. Mahasiswa KKN Undip berharap dengan adanya edukasi ini dapat menyadarkan masyarakat mengenai pentingnya mengelola sampah secara bertanggung jawab serta tergerak untuk menerapkannya di rumah masing-masing.