Kasus Covid-19 Meningkat! Mahasiswa KKN Undip Bantu Masyarakat Kelola Emosi Di Masa Pandemi

Pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai membuat masyarakat cemas, khawatir dan gelisah. Terlebih Kasus positif Covid-19 saat ini melonjak drastis dan mencapai angka 3,6 juta jiwa per tanggal 6 Agustus. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mengurangi dan mencegah penyebaran virus ini. Salah satunya pemberlakuan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat Pulau Jawa dan Bali pada tanggal 3 Juli hingga 20 Juli 2021. Namun karena angka penyebarannya tak kunjung menurun, pemerintah memberlakukan PPKM Level 4 hingga saat ini.

Kondisi yang tidak menentu mengenai sampai kapan pandemi akan berakhir dan adanya PPKM tentu membuat masyarakat cemas, jenuh, dan penuh tekanan. Padahal kondisi emosi individu dapat mempengaruhi kegiatan sehari-hari serta kondisi kesehatan mental maupun fisik. Apabila individu tidak dapat mengelola emosi dirinya dengan baik dapat mengakibatkan ketidakstabilan emosi dan munculnya emosi negatif berkepanjangan. Maka dari itu penting untuk kita memahami cara mengelola emosi di tengah pandemi seperti ini. 

Pemberian psikoedukasi dan pendampingan mengenai cara mengelola emosi atau regulasi emosi dilakukan oleh mahasiswa KKN Tim II Tahun 2021 dari Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro kepada masyarakat di RW 04 Kelurahan Sampangan, Semarang. Dimana berdasarkan survey di wilayah setempat dan wawancara dengan Ketua RW didapatkan hasil bahwa warga sekitar tidak dapat melaksanakan aktivitasnya seperti biasa dalam kurun waktu yang cukup lama sehingga membuat warga jenuh, cemas dan khawatir. Selain itu,  banyak warga sekitar yang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isolasi. 

Bentuk psikoedukasi yang dilakukan yakni dengan memberikan leaflet kepada warga sebagai media untuk menyampaikan informasi mengenai regulasi emosi. Adapun materi yang tercantum di dalam leaflet yaitu, pengertian regulasi emosi, macam-macam emosi, cara mengelola emosi dan strategi dalam mengelola emosi. Dengan pemberian edukasi mengenai cara mengelola emosi atau regulasi emosi diharapkan masyarakat dapat lebih mengenali emosi diri, mengetahui bagaimana cara mengelola emosi serta mengembangkan emosi positif di masa pandemi.