Ingin Usaha tetap Berlanjut di tengah Pandemi? Mahasiswa KKN UNDIP Bagikan Caranya!

Kabupaten Tangerang (12/7) – Salah satu program kerja yang dilaksanakan mahasiswa KKN TIM II UNDIP 2021 di Desa Sampora adalah sosialisasi mengenai cara memperolah Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dan cara mengajukan restrukturisasi kredit. Materi ini dipilih mengingat Pelaku Usaha Mikro memiliki pengaruh yang besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia mencapai 61,41 persen dengan jumlah pelaku mencapai 60 juta. Pandemi Covid-19 memberikan dampak menurunnya pemasukan bagi banyak pelaku usaha, termasuk pelaku usaha mikro. Untuk menyiasati dampak pandemi Covid-19 bagi para pelaku usaha, pemerintah memberikan program Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) dan mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Untuk melaksanakan kebijakan restrukturisasi kredit, OJK mengeluarkan Peraturan OJK Nomor 48 /POJK.03/2020 Tentang Perubahan Atas Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 11/POJK.03/2020 Tentang Stimulus Perekonomian Nasional Sebagai Kebijakan Countercyclical Dampak Penyebaran Coronavirus Disease 2019.

Pmeberian program ini dirasa perlu karena setelah dilakukan survey, banyak umkm yang mengeluhkan kekurangan dana untuk tetap melanjutkan usahanya dikarenakan sepinya penjualan.

Sosialisasi dilakukan melalui daring menggunakan aplikasi zoom bersama para pelaku usaha RT 002 Desa Sampora pada Minggu 11 Juli 2021. Pemaparan materi dilakukan dengan penayangan video langkah-langkah mencarikan BPUM yang juga disertai dengan penjelasan oleh Mahasiswa. Kegiatan ini mendapat respon positif dari masyarakat, sebab sebagian dari para pelaku usaha di RT 002 Desa Sampora belum mengetahui cara mencairkan BPUM ini. Di dalam video yang dibuat mahasiswa disampaikan langkah-langkah mencarikan BPUM di Kabupaten Tangerang dari tahap yang paling awal yaitu melakukan pendaftaran akun di halaman sabakota.tangerangkota.go.id. Langkah selanjutnya adalah memilih menu “Pendaftaran Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM)”, kemudian isi data-data yang diminta dengan benar. Setelah berhasil mengajukan permohonan, pemohon dapat melakukan pengecekan di halaman http://eform.bri.co.id/bpum (BRI) atau http://banpresbpum.id/ (BNI) dengan memasukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) masing-masing. Jika sudah tervalidasi dan dinyatakan sebagai penerima BPUM, penerima bantuan akan memperoleh informasi melalui notifikasi yang dikirimkan dari lembaga penyalur. Langkah terakhir, penerima bantuan mendatangi lembaga penyalur dengan membawa dokumen KTP elektronik, fotokopi Nomor Induk Berusaha (NIB) atau Surat Keterangan Usaha (SKU), dan Kartu Keluarga (KK). Penerima bantuan mengonfirmasi dan menandatangani pertanggungjawaban mutlak sebagai penerima BLT UMKM. Setelah verifikasi dokumen dan data, bank penyalur akan mencairkan dana sebesar Rp 1,2 juta secara langsung dan sekaligus.

Kegiatan Sosialisasi melalui Zoom

Materi terkait pengajuan restrukturisasi kredit disampaikan melalui brosur online yang disebarkan kepada warga melalui Grup Whatsapp warga RT 002 yang disertai tanya jawab dari masyarakat. “Terimakasih mba, beberapa dari pelaku umkm disini belum tau kalo ada program bpum, ada yang sudah tau tapi bingung dapatnya bagaimana, akhirnya kita jadi bisa mencairkan, sangat membantu mba.” Andi Miftah, pemilik usaha coto makasar. Cara ini dianggap efektif karena aplikasi Whatsapp yang sudah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat untuk berkomunikasi. Harapannya, langkah-langkah mencairkan BPUM dan brosur online ini dapat disebarkan lebih luas lagi oleh warga RT 002 sehingga bisa bermanfaat bagi banyak pelaku usaha lainnya.