Dari Pemilahan Jenis, Mahasiswa Undip Buat Sampah Menjadi Bermanfaat Kembali

Kelurahan Ciparigi, Bogor (28/07/21) – Seiring dengan kemajuan zaman, konsumsi masyarakat cenderung mengalami peningkatan. Peningkatan konsumsi masyarakat akan berbanding lurus dengan peningkatan sampah yang dihasilkan. Perilaku dan kesadaran masyarakat akan sampah yang dibuang saat ini masih rendah. Masyarakat masih sulit membiasakan diri untuk membuat sampah berdasarkan jenisnya.  Universitas Diponegoro menunjukkan kepeduliannya dengan mengirimkan mahasiswanya untuk kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di domisili masing-masing. KKN ini bertemakan “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi COVID-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)”.

Permasalahan yang dihadapi terkait sampah di domisi adalah dalam hal pewadahan. Di mana tampak pewadahan masih dilakukan di satu tempat untuk segala jenis sampah. Hal ini tentu akan memberikan efek buruk tidak hanya untuk lingkungan, tetapi juga untuk masyarakatnya sendiri. Kondisi yang seperti ini perlu diberikan edukasi  untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemilahan sampah,

Dalam rangka mendukung tujuan pemberian infomasi, program KKN I Gede Nengah Bramahesa (20), mahasiswa dari Teknik lingkungan adalah melakukan pengadaan tempat sampah menjadi tiga jenis, yakni sampah organik, sampah an-organik, dan sampah bahan berbahaya dan beracun (B3). Tempat sampah ini dibedakan berdasarkan warnanya menjadi hijau, kuning, dan merah. Untuk mendukung edukasi agar lebih maksimal, terdapat poster di atas tempat sampah yang memberikan penjelasan sampah-sampah apa saja yang termasuk sesuai dengan jenisnya. Edukasi dilakukan pada masyarakat baik dewasa maupun anak-anak. Dari program ini, masyarakat cukup antusias akan edukasi dan informasi yang disampaikan. Edukasi disampaikan secara daring agar mencegah terjadinya penyebaran virus COVID-19 apabila dilaksanakan secara langsung.

Demi mendukung Tujuan SDGs tujuan nomor 15 tentang menjaga ekosistem darat , nantinya sampah yang sudah dipilah akan diolah kembali untuk dijadikan sesuatu yang dapat bermanfaat. Seperti pada limbah organik, limbah yang telah dipilah akan diolah kembali menjadi pupuk organik. Hal ini didasari dari banyaknya masyarakat di lokasi KKN yang memiliki tanaman baik tanaman hias maupun tanaman yang dipanen di halamannya.

Pengadaan Sampah

Pengadaan tempat sampah ini dilakukan pada 21 Juli 2021 yang diletakkan di lokasi strategis, sehingga memudahkan untuk orang-orang melihat dan memperoleh informasi. Dengan adanya pengadaan tempat sampah berdasarkan jenis ini, diharapkan dapat membuat masyarakat dapat menerapkan pemilahan sampah di rumah masing-masing dan juga mengolah sampah yang telah dihasilkan menjadi sesuatu yang tetap memiliki fungsi dan manfaat.

Penulis            : I Gede Nengah Bramahesa
Editor              : Nikie Astorina Yunita D, SKM., M. Kes

KKN TIM II UNDIP 2021