RAIH TRANSPARANSI, MAHASISWA UNDIP AJARKAN AKUNTANSI PESANTREN!

Ungaran (29/07/2021) Pandemi COVID-19 belum berakhir hingga kini dengan menambahnya varian virus corona yang baru menyebabkan penanganannya semakin sulit. Indonesia sebagai salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia mengalami kesulitan dalam penanganan kasus COVID-19. Seiring lonjakan kasus COVID-19 yang semakin meningkat, pemerintah mengeluarkan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat yang mulanya dari tanggal 3 Juli – 20 Juli 2021, menjadi diperpanjang hingga 9 Agustus 2021. Dengan kebijakan ini, diharapkan dapat memutus mata rantai penularan COVID-19 terutama di pulau Jawa dan Bali.

Tetap produktif di tengah pandemi COVID-19 menjadi tantangan yang besar terutama di bidang ekonomi dan keuangan. Mengingat bahwa kasus aktif COVID-19 di Indonesia semakin meningkat. Kehadiran varian virus baru dan beberapa masalah mengenai efek vaksin membuat masyarakat resah dan khawatir mengenai keberadaan virus. Kebijakan pemerintah yang membatasi adanya kegiatan ekonomi dan sekolah dilakukan secara daring tidak menghalangi dalam menjalankan pengelolaan keuangan suatu organisasi. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ibu Kurnia selaku pengasuh Pondok Pesantren Zamzam Al-Hasim bahwa permasalahan utama dari pengelolaan keuangan yang kurang rapi dan tidak tepat waktu adalah kurangnya tenaga ahli dalam bidang perbendaharaan. Kurangnya sumber daya manusia dan pengetahuan akan pengelolaan keuangan dapat menyebabkan terhambatnya dalam pelaporan keuangan pondok pesantren. 

16011d1c-7764-4d5a-8653-c80e256a1532.jpg
79236994-e90b-4bc9-a553-a13cfb6da15a.jpg

Sejalan hal tersebut, sebagai bentuk kegiatan pengabdian, mahasiswa KKN Tim II Undip berinisiatif untuk membuat program kerja yang membantu para santri tetap produktif di masa pandemi dengan sosialisasi pengelolaan keuangan dalam peningkatan masyarakat mandiri di tengah pandemi COVID-19. Dalam pelaksanaan sosialisasi, mahasiswa KKN Tim II Undip tetap mematuhi protokol kesehatan. Sebelum memasuki ruangan, mahasiswa KKN Tim II Undip memastikan para santri dalam keadaan sehat, penyemprotan handsanitizer, serta kegiatan sosialisasi ini hanya dihadiri oleh 10 pengurus pondok pesantren agar tidak menimbulkan kerumunan. 

Materi yang diberikan saat sosialisasi berupa pengenalan mengenai konsep, tujuan dan prinsip dasar dari manajemen keuangan pondok pesantren serta mengenai bagaimana akuntansi pesantren yang benar sesuai dengan SAK ETAP. Sosialisasi dilakukan selama 30 menit dan diakhiri dengan membagikan modul sebagai media informasi. Sosialisasi mengenai pengelolaan keuangan dalam peningkatan masyarakat mandiri di tengah pandemi COVID-19 mendapat tanggapan baik dan antusiasme yang tinggi dari Para Pengurus Pondok Pesantren Zamzam Al-Hazim, Kalongan, Ungaran Timur. Diharapkan dengan program pengabdian ini memberikan wawasan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan, membantu para pengurus memahami dan menerapkan mengenai akuntansi sederhana dalam pengelolaan keuangan Pondok Pesantren serta menjadi lebih sadar bahwa pengelolaan keuangan sangat dibutuhkan untuk terciptanya transparansi dan akuntabilitas.

Penulis   : Lia Magfiroh ( Akuntansi  2018)
DPL       : Dr. Dra. Wilis Ari Setyati, M.Si  
Ungaran, 2 Agustus 2021

-BERGERAK BERSAMA, WUJUDKAN AKSI NYATA-