Mahasiswa UNDIP Antusias Melaksanakan KKN untuk Membantu Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19

Semarang (09/08). Tingginya penyebaran COVID-19 di Indonesia khususnya di Kota Semarang membuat warga harus memperketat kebersihan serta kesehatan lingkungan. Tak hanya warga yang kewalahan, pemerintah Indonesia juga harus mencari cara untuk menekan angka covid di Indonesia yaitu salah satunya dengan mengadakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM Jawa-Bali mulai tanggal 3 Juli hingga 9 Agustus.

PPKM yang diberlakukan di Kota Semarang ini juga berdampak pada mahasiswa-mahasiswi UNDIP yang akan melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kota Semarang. KKN UNDIP yang dilakukan pada tanggal 30 Juni hingga 12 Agustus ini harus dilakukan secara online sesuai arahan pihak KKN UNDIP. Namun walaupun KKN ini dilakukan secara online, hal ini tidak mematahkan semangat salah satu mahasiswa Teknologi Rekayasa Otomasi UNDIP untuk membantu memecahkan masalah masyarakat. 

Pada pelaksanaan KKN UNDIP Tim II Periode 2021 ini, seorang mahasiswa UNDIP bernama Akhmad Khanif Alfy memiliki program KKN yang ingin diwujudkannya yaitu “Sosialisasi pembuatan disinfektan guna meningkatkan aspek kebersihan dan kesehatan di masa pandemi Covid-19”. Program ini diangkat karena melihat kondisi pandemi Covid-19 yang semakin memburuk di Indonesia, sehingga masyarakat diwajibkan untuk lebih menjaga kebersihan lingkungan salah satunya dengan cara menyemprotkan disinfektan pada benda mati. Program ini diharapkan dapat menambah wawasan masyarakat mengenai kesehatan di tengah pandemi Covid-19 ini. 

KKN yang dilakukan oleh Akhmad Khanif Alfy dilakukan di RT 06 RW 02 Kelurahan Tandang, Kota Semarang. Kelurahan Tandang merupakan salah satu kelurahan terpadat di Kecamatan Tembalang. Kelurahan ini juga merupakan kelurahan dengan angka pendapatan terendah di Kecamatan Tembalang. Hal ini membuat warga Kelurahan Tandang harus lebih menekan angka pengeluaran di tengah pandemi yang sedang berlangsung ini.

Sebelum membuat program KKN diatas, mahasiswa melakukan survey ke Kelurahan Tandang untuk melihat masalah apa saja yang dapat dipecahkan melalui program yang akan dilaksanakan. Setelah melakukan survey mahasiswa melihat banyak masyarakat yang masih kurang peduli mengenai pengelolaan sampah khususnya limbah organik. Hal ini tentunya cukup memprihatinkan mengingat kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan sampah yang baik dan benar adalah salah satu cara untuk meningkatkan kebersihan dan keindahan lingkungan.