Sumur Resapan Sebagai Salah Satu Prasarana Pengendalian Aliran Permukaan.

Gambar-kerja-sumur-resapan

Semarang (10/08/2021). RT 06/RW 04 Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang merupakan salah satu contoh lingkungan pemukiman padat penduduk. Hal ini bisa terlihat dari kondisi rumah warga yang mayoritas berjejeran bahkan ada yang berdempetan. Selain itu, kebanyakan warga dilokasi tersebut jarang yang memiliki halaman luas pada rumahnya bahkan tidak memiliki halaman sama sekali. Salah satu masalah yang dapat timbul akibat tidak memiliki halaman pada bagian rumah adalah tidak adanya daerah resapan bagi aliran air permukaan. Bahaya yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, bahkan kekurangan air saat musim kemarau dapat terjadi kapan saja tanpa aba-aba.

Pada program kali ini, mahasiswa akan memberikan sosialisasi kepada masyarakat berkaitan tentang sumur resapan meliputi:

  1. Pengertian dari sumur resapan.
  2. Manfaat yang bisa diperoleh dari sumur resapan.
  3. Bagaimana cara membuat sumur resapan.
  4. Hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam pembuatan sumur resapan.

Sosialisasi dilakukan pada tanggal 8 Agustus 2021 pukul 15.00 – 16.30 melalui grup whatsapp yang beranggotakan warga RT 06/RW 04 Kelurahan Jangli yang telah ditunjuk oleh ketua RT 06 sebagai sampel masyarakat. Sosialisasi dilakukan dengan cara memberikan leaflet mengenai sumur resapan dalam bentuk .pdf kepada warga yang tergabung dalam grup whatsapp. Berisikan mengenai langkah-langkah membuat sumur resapan, spesifikasi bahan yang dibutuhkan dan manfaat apa yang dapat diperoleh.

Cover depan leaflet.

Sebagai tindak lanjut dilakukan diskusi interaktif dalam grup whatsapp tersebut sebagai upaya mengetahui sejauh mana penerimaan warga mengenai penjelasan sumur resapan tersebut. Namun, agak disayangkan antusiasme warga sepertinya tidak begitu tinggi dalam menanggapi. Hal ini dapat disebabkan karena sosialisasi berlangsung saat sore hari, dimana merupakan waktu baru pulang dari pekerjaan sehingga diasumsikan warga sedang kelelahan. Meskipun antusiasme tidak tinggi, warga tetap menerima sosialisasi dengan baik.

Penulis: Ainun M (Teknik Sipil, FT, Universitas Diponegoro)

Dosen: Eva Annisa S.Farm., Apt., M.Sc.