Mahasiswa Undip Ajari Cara Pemasaran Peternak Ikan

Kegiatan KKN TIM II Universitas Diponegoro 2020/2021 di Kabupaten Kudus

Bagas Faliqul Amin mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro sedang melaksanakan survey lapangan (3/7).
#undip #KKNTimIIPeriode2021 #p2kknundip #lppmundip

Desa Jati Kulon (25/7) – Salah satu mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bernama Bagas Faliqul Amin (20) telah melaksanakan program pendampingan pemasaran produk sumberdaya perikanan menyasar pada pelaku UMKM di Desa Jati Kulon RT 05 RW 01 Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus. Sebelumnya, Bagas telah melakukan beberapa tahap analisis data dari salah satu pelaku UMKM yang bernama Deni (21). Analisis data didapatkan melalui wawancara saat kegiatan survey lapangan ke lokasi Deni menjalankan usaha budidaya ikan hiasnya. Sedangkan program pendampingan ini berlangsung secara dalam jaringan (daring) melalui aplikasi Whatsapp dikarenakan kondisi tidak memungkinkan untuk diadakan secara luar jaringan (luring). Sosialisasi program pendampingan dilaksanakan secara berkelanjutan, koordinasi pertama berlangsung pada hari Kamis, 15 Juli 2021 yang membahas terkait pengaruh PPKM dengan hasil usaha budidaya perikanan.

“Saat PPKM berlangsung pendapatan masih lumayan, cuma sedikit menurun dikarenakan keterbatasan waktu transaksi,” jelas Deni.

Pandemi Covid-19 memang memberikan dampak yang besar bagi dunia, salah satunya menghentikan aktivitas secara normal pada umumnya yang berdampak pada perekonomian dan ketahanan pangan setiap rumah tangga, tidak terlepas terhadap warga Desa Jati Kulon. UMKM hasil perikanan di Jati Kulon mengalami penurunan profit akibat dari Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dirasakan juga dampaknya oleh Deni. Oleh karena itu mahasiswa KKN dari Undip memberikan cara pemasaran yang efektif guna melawan keterbatasan dalam hal transaksi.

Mahasiswa Undip Melakukan Koordinasi kepada pelaku UMKM di Desa Jati Kulon RT 05 RW 01 Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus.

Pada Koordinasi selanjutnya mahasiswa KKN dari Undip ini mengajak pelaku UMKM untuk lebih mengoptimalkan aplikasi media sosial guna menjangkau seluruh calon konsumen dan memudahkan dalam hal transaksi. Adanya fitur chat pada media sosial berfungsi agar calon konsumen dapat lebih mudah dalam memilih transaksi yang di inginkan, seperti menyepakati waktu yang di sanggupi untuk datang ke lokasi penjualan maupun melalui pengiriman kurir. Selain Itu, dengan adanya promosi pada media sosial, di harapkan bukan hanya pecinta ikan hias saja yang dapat tertarik untuk membeli produk hasil usaha Deni, melainkan seluruh pengguna juga dapat tertarik dikarenakan produk usaha Deni merupakan produk yang dapat dimanfaatkan untuk mengisi kegiatan ditengah masa PPKM berlangsung.

“Setelah mencoba pemanfaatan sosial media, terdapat kenaikan penjualan dari yang sebelumnya cuma Rp50.000 perhari sekarang menjadi sekitar Rp150.000 perhari, respon dari para pengguna media sosial juga sangat baik dan mereka sangat antusias, saya berharap strategi pemasaran seperti ini dapat terus dikembangkan agar membantu para pelaku UMKM lainnya, bukan hanya pelaku UMKM perikanan,” tambah Deni.

Selain memberikan solusi untuk memasarkan ikan hias di sosial media, mahasiswa KKN dari Undip juga memberikan Infografis terkait cara produksi perikanan yang baik dan efektif sesuai dengan minat pasar. Produksi perikanan yang efektif dapat lebih menghemat biaya variabel yang dikeluarkan pada usaha, diantaranya pakan ikan dan listrik untuk menguras air. Didalam infografis juga dijelaskan mengenai psikologi konsumen untuk pemasaran ikan. Konsumen di media sosial lebih cenderung menawar ikan hias agar lebih murah dibandingkan dengan harga di postingan, Untuk itu mahasiswa KKN Undip menyarankan agar mencantumkan harga yang sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan harga aslinya sehingga ikan hias yang dihasilkan Deni dapat dijual dengan harga yang stabil.

Penulis: Bagas Faliqul Amin

Editor: Nikie Astorina YD, SKM, M.Kes