Mahasiswa KKN UNDIP Mengajak Masyarakat Kajar untuk Menanam dalam Ember

“Budikdamber” sistem budidaya ikan dalam ember merupakan salah satu budidaya ikan dilahan sempit. Di masa sekarang, industri perikanan adalah salah satu sector ekonomi yang tidak terganggu dengan adanya pandemi ini. Namun, banyak masyarakat yang tidak memiliki lahan. Salah satu cara untuk membudidayakan ikan dilahan sempit adalah dengan teknik budikdamber.

Ketertarikan masyarakat pada budikdamber sangat lah minim. Hal ini dikarenakan ketidak tahuan mereka terhadap potensi budikdamber itu sendiri. Ditambah lagi dengan stigma masyarakat tentang pemeliharaan ikan yang cukup sulit. Maka dari itu perlu diadakan peyuluhan seperti yang telah dilakukan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro pada tanggal 07 Agustus 2021 di halaman Masjid Alma’shum, Desa Kajar, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh masyarakat desa kajar dan juga ibu – ibu perangkat desa serta kehadiran dari karang taruna.

Budikdamber pertama kali dikenalkan oleh Bapak Juli Nursandi, S.Pi., M.Si selaku Dosen Politeknik Negeri Lampung pada tahun 2016. Pada dasarnya “Budikdamber” adalah budidaya ikan yang mengusung konsep budidaya yang cukup unik dimana ikan dan tanaman dapat tumbuh dalam satu wadah sehingga budikdamber dapat disebut dengan budidaya yang mudah, murah, serta hemat tempat. Biasanya yang cukup familiar untuk dibudidayakan adalah ikan lele dan sayuran kangkung.

Usaha ini dapat dilakukan sebagai usaha sampingan karena pemeliharaan lele yang tidak memerlukan perhatian khusus. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kualitas air pada pemeliharaan ikan. Dimana air harus memiliki pH antara 6.8-8.2. Selain air, pakan juga harus diperhatikan kandungan proteinnya dan ukuran pakan juga harus menyesuaikan dengan bukaan mulut dan ukuran ikan. Usaha ini tidak menghabiskan modal banyak karena pemeliharaan bisa dilakukan hanya dengan menggunakan satu wadah saja sehingga keuntungan juga dapat dimaksimalkan dengan manajemen pakan dan manajemen kualitas air yang bagus. Kegiatan dilakukan dengan menjelaskan alat dan bahan yang akan digunakan dan juga bagaimana tahapan pelaksanaannya.

Kegiatan penanaman yang dilakukan dengan teknik budikdamber di akhiri dengan pembagian doorprize dan paket lengkap media untuk menanam kepada ibu-ibu dan karang taruna serta melakukan foto bersama