Mahasiswa KKN Mengajak Santri “Kenalan” dengan Narkoba

Lanji – Senin (25 Juli 2017) bertepat di Pondok Pesantren Darul Hikmah Desa Lanji Kecamatan Patebon Kendal, mahasiswa kkn mengajak santri dan santriwati untuk “kenalan” dengan narkoba.  Kegiatan ini merupakan salah satu program dari salah satu mahasiswa KKN yaitu Amin Rusfandi. Dalam kegiatan ini santri diperkenalkan berbagai macam jenis narkoba yang dilarang dan dapat merugikan jika dikonsumsi.

Selain pengenalan terhadap narkoba, Amin Rusfandi sebagai narasumber menjelaskan bahaya atau dampak jika menggunakan narkoba, baik secara fisik, psikis, maupun agama. Selain dampak yang ditimbulkan, narasumber juga menjelaskan tips mencegah ancaman narkoba dan tips bagaimana cara menghadapi teman, kerabat, tetangga, atau masyarakat yang menjadi pengedar atau pengkonsumsi narkoba

Ditemui setelah acara, Amin Rusfandi menjelaskan alasan dia memilih program ini. “mereka adalah sosok panutan di mata masyarakat, mereka telah mengenyam ilmu agama secara dalam dan kelak mereka akan menjadi contoh di masyarakat. Jika santri sudah rusak moralnya akibat narkoba kepada siapa lagi masyarakat akan mencari rujukan agamanya. Program ini menjadi bekal kepada santri untuk kelak mereka hidup di tengah-tengah masyarakat. Mereka kelak yang akan menjadi garda terdepan dalam melindungi moral di lingkungan masyarakatnya”

Kegiatan ini diakhiri dengan permainan memainkan peran dengan dua situasi. Situasi pertama santri berperan sebagai pecandu narkoba, ayah dari korban narkoba, dan pak ustad. Dalam adegan ini mereka disuruh untuk memperagakan bagaimana situasi ayah yang memiliki anak pecandu dan pak ustad datang untuk memberikan penjelasan serta mengajak pecandu untuk segera bertobat dan membawa anaknya ke balai rehabilitasi terdekat seperti puskesmas.

Situasi kedua santriwati berperan sebagai pengedar, calon korban, dan ibu ustadzah. Dalam adegan ini mereka disuruh untuk mempergakan bagaimana pengedar berusaha merayu calon korbannya untuk membeli narkoba namun kegiatan itu diketahui oleh ibu ustadzah. Selanjutnya santri yang berperan sebagai ustadzah memberikan penjelasan kepada pengedar dan calon korban mengenai dampak yang ditimbulkan dari narkoba baik secara fisik, psikis, hukum, maupun agama.

Kegiatan praktek ini merupakan langkah yang dibuat oleh Amin Rusfandi agar santri mudah memahami penjelasan yang telah narasumber sampaikan dan menjadi contoh nyata jika kelak mereka harus lepas dari lingkungan agamis pondok pesantren ke masyarakat. Kegiatan ini mendapat respon positif oleh pihak pengasuh. Ditemui di lain kesempatan Bapak Rossi selaku pengurus ponpes mengatakan program yang telah dilakukan sangat baik, sangat berguna kepada santri atau santriwati.

1501642954082

1501642980882