Dukung Hemat Energi, Mahasiswa KKN Undip Edukasikan Penggunaan Saklar Otomatis

Salatiga (18/1/2022).  Pada abad ke-21 ini, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi umat manusia adalah mengenai energi. Rice University melakukan survey mengenai masalah terbesar yang akan dihadapi manusia untuk 50 tahun mendatang, dan energi menjadi masalah nomor 1 yang akan dihadapi oleh umat manusia. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, PBB melalui program UN SDGs (Sustainable Development Goals) sudah menuangkan permasalahan energi pada nomor 7 yaitu Affordable and Clean Energy. Dalam kebutuhan rumah tangga masyarakat, salah satu pengeluaran energi terbesar adalah energi listrik. Untuk mendukung program dari PBB tersebut, perlu dilakukan penghematan listrik dalam kehidupan sehari-hari terutama di Kelurahan Ledok.

 Turut mendukung program SDGs, mahasiswa KKN dari Universitas Diponegoro bernama Bagas Putra Pramuarsa yang melaksanakan KKN di Kelurahan Ledok, Kota Salatiga ini melaksanakan program kerja berupa pemasangan saklar otomatis yang dapat menyalakan dan mematikan lampu otomatis berdasarkan kondisi cahaya luar. Sensor ini dapat mematikan lampu pada pagi hari dan menyalakan lampu pada malam hari secara otomatis.

 Target pemasangan sensor ini adalah di Musholla Ar-Rozzaaq yang terletak di RT.06 RW.01 Ledok, Argomulyo, Salatiga. Lokasi ini dipilih karena musholla merupakan salah satu pusat kegiatan masyarakat sekitar dimana membutuhkan energi yang besar untuk pencahayaan sehingga sangat cocok dipasang saklar ini. Selain itu karena banyaknya masyarakat yang mengunjungi tempat ini setiap harinya, diharapkan dapat menjadi percontohan untuk masyarakat untuk turut menghemat energi dengan cara cerdas.

 Pemasangan dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Januari 2022 pukul 10.00 WIB. Pada proses pemasangan, turut dihadiri pula oleh salah satu sesepuh takmir bernama bapak Argo Lelono. Pada sore harinya, mahasiswa Kembali datang untuk mengecek apakah sensor bekerja pada saat gelap dan sensor dapat bekerja dengan baik. Dalam pengecekan dan serah terima secara simbolis, turut dihadiri oleh bapak Argo Lelono dan bapak Suyanto yang sehari-hari membersihkan lingkungan musholla. Takmir musholla merasa terbantu dengan adanya sensor ini karena tidak perlu repot-repot mematikan dan menyalakan lampu luar dan sekaligus dapat menghemat biaya listrik. Pada saat itu juga bapak Suyanto berkomentar: “Alhamdulillah pekerjaan saya terbantu dengan adanya sensor ini”.

Penulis: Bagas Putra Pramuarsa

Editor/DPL: Abdi Sukmono, S.T., M.T.