REPORTASE PROGRAM KERJA 1 (MULTI): KKN TIM 1 TA. 2021-2022

Semarang (28/01) – Dampak dari pandemic COVID-19 memang tidak ada habisnya, salah satu contohnya adalah keraguan orang tua untuk menyekolahkan anaknya di tengah era pandemi ini. Penerapan metode pembelajaran PTM merupakan hal yang cukup kontroversial belakangan ini, mengingat wabah baru COVID-19 Omicron, baru saja ditemukan di Kota Semarang dan sudah cukup mengganggu ketenangan warga yang menyekolahkan anaknya di instansi – instansi setempat. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan penerapan PTM di Indonesia sudah ada kriterianya disesuaikan dengan level PPKM. Jika levelnya tinggi maka otomatis penerapan PTM bisa turun 50% atau bahkan 100% belajar di rumah.

Budi Gunadi Sadikin menambahkan berdasarkan pengalaman negara lain Omicron memang daya penularannya memang tinggi tetapi tingkat fatality rendah. Jadi masyarakat jangan panik jika melihat kasusnya cepat bertambah dalam waktu singkat.

“Strategi pemerintah menghadapi omicron berbeda dengan Delta. Delta tingkat keparahannya tinggi jadi kita mempersiapkan rumah sakit dengan hebat. Omicron tingkat penularannya tinggi, keparahan rendah. Kebanyakan orang tanpa gejala atau ringan seperti batuk, pilek atau demam sedikit. Bisa sembuh tanpa perlu ke rumah sakit,” terangnya.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa pemerintah setempat sudah melakukan perhitungan – perhitungan yang mantap agar pelaksanaan PTM dapat dilakukan sejalan dengan ketetapan pemerintah yang tetap mementingkan keselamatan siswa dan siswi. Meski demikian, masih terdapat banyak orang tua yang meragukan penerapan PTM ini dikarenakan kurangnya hal yang dapat memberikan keyakinan bahwa sekolah – sekolah setempat sudah siap untuk melaksanakan kegiatan PTM.

Oleh karena itu, perlu diberikannya informasi mengenai kesiapan sekolah – sekolah, khususnya SD Lempongsari Kota Semarang yang melaksanakan kegiatan PTM agar orang tua dapat menghilangkan rasa keraguannya dan dapat mempercayakan buah hatinya kepada pihak sekolah. Dengan menggunakan teori 7P Marketing yang berfokus pada aspek – aspek keselamatan dan kebersihan sekolah, diharapkan orang tua dari siswa – siswi SD Lempongsari dapat mempercayakan buah hatinya dan melaksanakan berbagai kegiatan tanpa memiliki rasa ragu sedikitpun terhadap pihak sekolah.