Inovatif! Demi Kurangi Dampak Limbah, Mahasiswa KKN Tim I UNDIP Berikan Edukasi untuk Memanfaatkan Limbah Cucian Ikan menjadi Pupuk Organik Cair di Kelurahan Mangunharjo, Tugu.

Mangunharjo, Semarang (3/2/2022) – Proses pengolahan ikan oleh masyarakat di Kelurahan Mangunharjo umumnya menghasilkan bagian yang tidak dimanfaatkan misalnya sisik dan organ dalam ikan. Hal ini dapat menimbulkan dampak buruk limbah perikanan di lingkungan. Inovasi yang dapat diterapkan salah satunya adalah dengan memanfaatkan limbah cucian ikan sebagai bahan pupuk organic cair. Kandungan dalam limbah cucian ikan antara lain kalsium (Ca), besi (Fe), N (nitrogen), magnesium (Mg), dan mangan (Mn). Kandungan tersebut dapat memacu pertumbuhan tinggi batang, jumlah daun dan mempercepat pertumbuhan tanaman buah dan sayur. Penggunaan pupuk organik cair merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kesuburan suatu tanah dimana pupuk organik ini memiliki kandungan unsur hara yang cukup tinggi sehingga mampu menyediakan unsur hara dan mengatasi defisiensi hara, tidak merusak tanah dan lingkungan serta tidak berdampak buruk pada kesehatan manusia walaupun digunakan terus menerus.

Proses pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah cucian ikan mudah  dilakukan. Biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan pupuk organik ini juga tidak terlalu memberatkan kantong masyarakat. Alat dan bahan yang digunakan yaitu berupa wadah, botol aqua, limbah cucian ikan, cairan em4 dan gula pasir. Proses pembuatannya dimulai dari cairan EM4 100 ml dicampur dengan air bersih 1000 ml+gula pasir 10 g, dihomogenkan lalu difermentasi selama 2 hari. Limbah pencucian ikan yang dihasilkan dari ekstrak isi perut ikan sebanyak 1000 ml kemudian ditambahkan dengan EM4 yang sudah difermentasi, setelah semuanya tercampur lalu dihomogenkan dan difermentasi selama 2-4 hari hingga muncul aroma alkohol sebagai hasil fermentasi dan pupuk siap digunakan.

Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC)

Pelaksanaan program kegiatan KKN Tim I Undip Periode 2021/2022, Mahasiswa Universitas Diponegoro, Roidah ‘Afro’ mengedukasi warga Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang tentang pemanfaatan limbah cucian ikan menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan edukasi ini dilaksanakan secara door to door dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Rangkaian kegiatan diawali dengan perkenalan dan pemaparan materi sekaligus pembagian leaflet kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi dan ditutup dengan pembagian pupuk organik cair. Program KKN ini dilakukan dengan tujuan pemanfaatan limbah perikanan yang banyak dijumpai di Kelurahan Mangunharjo dan belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat desa sehingga pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang berbahan dasar limbah cucian ikan ini mampu meningkatkan kesuburan tanah dalam pertanian berkelanjutan, meningkatkan kesejahteraan petani dari sub-sektor pertanian serta mampu mengurangi dampak limbah. Dalam sesi pemaparan materi menggunakan bantuan media berupa leaflet. Materi yang disampaikan meliputi dampak limbah perikanan, cara pembuatan pupuk organik cair dari limbah cucian ikan, cara mengaplikasikan pupuk organik cair (POC) ke tanaman dan manfaat pupuk organik cair. Dalam sesi diskusi, masyarakat sangat antusias dengan materi yang diberikan, ditunjukkan dengan bervariasinya pertanyaan yang diberikan.

Leaflet untuk media edukasi
Pelaksanaan edukasi secara door to door

Seusai sesi edukasi, warga berkomitmen untuk menyebarkan informasi yang sudah didapat ke orang – orang terdekatnya, agar masyarakat lain dapat memanfaatkan limbah cucian ikan sebagai pupuk organik cair yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman serta mengurangi dampak limbah cucian ikan di Kelurahan Mangunharjo.

Penulis : Roidah ‘Afro’, Mahasiswi Program Studi Peternakan, Fakultas Peternakan dan Pertanian, Universitas Diponegoro TIM KKN I 2021/2022

DPL       : Ir. Ibnu Pratikto, M.Si.

Terima kasih atas perhatian dari bapak/ibu warga Kelurahan Mangunharjo

Roidah ‘Afro’

KKN Tim I Universitas Diponegoro

Tahun 2021/2022

#KKNtimIperiode2022

#p2kkundip    

#lppmundip   

#undip           

# PetaniIndonesia