Mengingat Pentingnya Vaksin di Masa Pandemi Covid-19, Mahasiswa KKN Tim I Undip 2021/22 Terlibat Dalam Program Vaksinasi Covid-19

Mahasiswan KKN Tim I Undip 2021/2022 Bertugas Menjadi Petugas Vaksinasi Covid-19

Pada tanggal 31 Desember 2019, WHO menyebutkan ditemukannya
kasus kategori pneumonia yang belum diketahui penyebabnya di Wuhan,
China. Hari ke hari jumlah kasus meningkat hingga adanya laporan
kematian hingga akhirnya WHO menetapkan kasus ini sebagai Public
Health Emergency of International Concern /Kedaruratan Kesehatan
Masyarakat yang Meresahkan Dunia (PHEIC/KKMMD). Di tanggal 12
Februari 2020, nama COVID-19 resmi digunakan untuk penyakit baru ini
dengan virus penyebabnya disebut SARS-CoV-2.

Vaksinasi merupakan salah satu cara yang paling cost-effective dalam mencegah penyakit yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi telah mencegah terjadinya lebih dari 30 jenis penyakit infeksi dan mencegah 2-3 juta kematian setiap tahun di seluruh dunia. Program vaksinasi telah sukses mengeradikasi penyakit cacar (variola) pada tahun 1979. Mortalitas penyakit campak jauh menurun, kasus rubella, prevalensi hepatitis B pada anak balita, dan kasus difteri juga menurun tajam setelah diberikannya vaksinasi terkait secara luas. Saat ini dunia juga sedang mempercepat pelaksanaan vaksinasi COVID-19 kepada anak-anak dan dewasa untuk mengontrol pandemi yang sudah berlangsung lebih dari 1 tahun ini.

Pelaksanaan vaksinasi di Indonesia dibagi ke dalam empat tahapan yaitu tenaga kesehatan; petugas pelayanan publik dan warga lanjut usia; masyarakat rentan dari aspek geospasial, sosial, dan ekonomi; dan tahap terakhir pada masyarakat dan pelaku perekonomian lainnya. Pada tanggal 9 Agustus 2021, sebanyak 50.630.315 orang sudah melaksanakan vaksinasi dosis pertama dan 24.212.024 orang sudah menyelesaikan vaksinasi dosis kedua

Vaksin selain bermanfaat untuk kesehatan individu juga diperlukan untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok. Jika sebagian besar populasi resisten terhadap infeksi karena telah mendapat imunisasi atau infeksi alami sebelumnya, akan terbentuk perlindungan relatif dari kelompok populasi tersebut akibat penurunan rantai penularan.
Sebagai contoh, jika 80% populasi kebal terhadap suatu virus, empat dari setiap lima orang yang bertemu seseorang yang sakit tidak akan menjadi sakit dan tidak akan menyebarkan virus tersebut lebih jauh. Dengan cara ini, penyebaran penyakit tersebut dapat dikendalikan. Bergantung pada seberapa menular suatu infeksi, biasanya dibutuhkan kekebalan pada 70%
hingga 90% populasi untuk mencapai kekebalan kelompok.

Mengingat pentingnya vaksin di masa pandemi Covid-19 ini, mahasiswa KKN Tim I Undip 2021/2022 terlibat langsung dalam program vaksinasi Covid-19 yang diadakan oleh Pemerintah. Untuk vaksinasi Covid-19 yang sekarang, target sasarannya adalah anak-anak hingga remaja, namun tidak dipungkiri dewasa yang belum vaksinasi juga. Acara berlangsung di dua tempat, yaitu RPTRA Kelurahan Kramat Pela dan SDN 09 Kramat Pela. Peserta yang hadir rata-rata anak-anak hingga remaja.

Penulis: Fauzan Ammar Fata Yusuf (S1 Teknik Perkapalan)

DPL: Yayuk Astuti, S.Si., Ph.D.