Air Sumber Kehidupan! Mahasiswa KKN UNDIP Edukasikan Konservasi Air Melalui Pembuatan Lubang Resapan Biopori

Lubang resapan biopori yang sudah jadi

Boyolali (07/02/2022) – Air sebagai salah satu sumber energi memegang peranan penting dalam kehidupan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 tahun 2004 tentang Sumberdaya air dijelaskan bahwa air adalah semua air yang terdapat pada, di atas, ataupun bawah permukaan tanah. Air tanah memiliki volume sangat besar. Pemanfaatan sumber daya alam yang berupa tanah dan air sebagai salah satu modal dasar pembangunan nasional, harus dilaksanakan sebaik-baiknya berdasarkan asas kelestarian, keserasian dan asas pemanfaatan yang optimal. Berlandaskan fungsi vital sumberdaya air, maka diperlukan upaya memelihara keberlanjutan sumberdaya air. Upaya-upaya tersebut dapat berupa tindakan konservasi. Konservasi mendukung pelestarian tanah dan lingkungan serta mencegah terjadinya bencana alam banjir pada musim penghujan.

Muhammad Mahmudi (21) Mahasiswa Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro dalam kegiatan KKN Tim 1 Universitas Diponegoro di Desa Pengkol, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali melakukan edukasi mengenai konservasi sumberdaya air dengan pembuatan Lubang Resapan Biopori. Kegiatan ini dilakukan pada Senin, 07 Februari 2022, di dua lokasi yaitu MI Al-Muta’alimin Pengkol dan Balai Desa Pengkol. Lubang Resapan Biopori dibuat di halaman MI Al-Muta’alaimin yang berada di lingkungan RT 003 Dukuh Tegalsari, sebagai salah satu contoh penerapan bagi masyarakat sekitar mengenai konservasi sumberdaya air dan pelestarian tanah. Selain itu juga sebagai edukasi dan sosialisasi kepada guru dan siswa/i di MI tentang kelestarian lingkungan utamanya tanah dan pemanfaatan lahan yang optimal pada sekolah. Pembuatan Lubang Resapan Biopori juga dilakukan di halaman Balai Desa Pengkol yang mana ketika hujan, di halaman tersebut sering terjadi genangan air dan berpotensi membanjiri sekitarnya.

Alat dan bahan untuk membuat lubang resapan biopori
Proses pembuatan lubang resapan biopori

Lubang resapan biopori dibuat tegak lurus ke dalam tanah, dengan diameter 10 cm dan kedalaman antara 50 cm – 100 cm. Lubang tersebut kemudian diisi dengan sampah organik yang berfungsi sebagai makanan makhluk hidup di dalam tanah seperti cacing, akar tanaman, yang nantinya memicu pori-pori dalam tanah. Alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan lubang resapan biopori antara lain; bor tanah atau alat untuk membuat lubang seperti linggis, pipa PVC dan penutupnya yang sudah dilubangi sisi-sisinya, sampah organik, dan air.

Langkah pembuatan biopori cukup sederhana, yaitu:

  1. Tentukan lokasi yang akan dijadikan tempat pembuatan biopori.
  2. Siram tanah dengan air agar tanah menjadi lebih lunak dan mudah dilubangi.
  3. Lubangi tanah dengan bor tanah atau alat lainnya seperti linggis, usahakan lubang dibuat tegak lurus.
  4. Buat lubang dengan diameter 10 cm dan kedalaman kurang lebih 100 cm.
  5. Setelah itu, lapisi lubang menggunakan pipa PVC yang ukurannya sama dengan diameter lubang.
  6. Kemudian, isi lubang dengan sampah organik seperti daun, rumput, kulit buah-buahan, dan sampah yang berasal dari tanaman lainnya
  7. Setelah itu, tutup lubang dengan kawat besi atau tutup pipa PVC yang sudah dilubangi
Sosialisasi tentang lubang resapan biopori kepada salah satu guru MI

Kegiatan ini mendapat tanggapan yang positif dari Kepala Desa Pengkol, Bapak Suripno. Beliau mendukung kegiatan ini yang dapat dijadikan sebagai salah satu langkah bagi Desa Pengkol dalam upaya melakukan konservasi sumber daya air. Beliau mengatakan, “Biopori ini biasanya efektif diterapkan di perkotaan, yang mana lahan resapan air sangat sedikit, berbeda dengan kampung atau pedesaan. Namun, kegiatan ini saya sangat mendukung dan ini sangat baik untuk lingkungan di Desa Pengkol. Utamanya bagi masyarakat sebagai percontohan agar melakukan konservasi sumberdaya air. Karena di lingkungan Desa Pengkol belum ada penerapan Biopori seperti ini.”

Biopori secara umum, dapat mengurangi resiko bahaya banjir di daerah yang kurang lahan peresapan air. Tidak hanya sebagai pencegah banjir, penerapan biopori yang secara rutin akan menghasilkan pupuk kompos yang sangat bermanfaat. Oleh karena itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat di Desa Pengkol, khususnya Dukuh Tegalsari, untuk melakukan konservasi air dan tanah dengan pembuatan Lubang Resapan Biopori agar kelestarian air terjaga. Sehingga ketika musim penghujan, tidak terjadi genangan dan air dapat terserap ke dalam tanah sebagai cadangan air untuk musim kemarau.

Penulis: Muhammad Mahmudi

Editor: Abdi Sukmono, S.T., M.T.