OMICRON Melonjak ! Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Penyuluhan dan Edukasi Kepada Warga Dusun Ampelgading, Bandungan

Covid-19 varian Omicron merupakan varian yang mulai terdeteksi sejak 25 November 2021 di Afrika Selatan. Omicron merupakan hasil mutasi coronavirus yang memiliki lebih dari 30 perubahan pada protein yang memungkinkan virus menginfeksi sel tubuh. Perkembangan virus Omicron masih diawasi dan masih diteliti oleh berbagai pakar kesehatan internasional. Perubahan yang terjadi pada protein lonjakan kunci ini dapat mempengaruhi seberapa efisien ikatan protein dengan sel manusia. Akibatnya, Omicron dapat menyebar lebih mudah daripada Delta dan mampu menghindari vaksin dengan lebih baik. Kementerian Kesehatan melaporkan pada Senin (3/1) kasus Omicron mengalami penambahan sebanyak 152 kasus, dengan 146 kasus merupakan kasus impor dan 6 kasus lainnya merupakan transmisi lokal.

Kemunculan varian Omicron ini cukup menggoyahkan kestabilan pengendalian Covid-19 yang telah dilakukan sebelumnya. Hal ini menggerakkan Mahasiswa KKN TIM I UNDIP tahun 2021/2022 untuk melakukan edukasi dini terhadap masyarakat agar lebih waspada dan menjaga protokol kesehatan sebagai pencegahan diri agar terhindar dari Covid-19 terutama varian Omicron ini.

Mahasiswa KKN TIM I UNDIP melakukan kegiatan penyuluhan dan edukasi di Desa Kenteng, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Sebelum dilakukan kegiatan tersebut, Mahasiswa KKN TIM I UNDIP melakukan perizinan kepada Pemerintah Desa Kenteng selaku penanggung jawab pengawasan program kerja dan juga melakukan perizinan kepada Kepala Dusun beserta Ketua RT (1-5) di Dusun Ampelgading sebagai lokasi sasaran utama dalam kegiatan penyuluhan dan edukasi ini. Warga Dusun Ampelgading sangat antusias dalam mengikuti kegiatan edukasi yang dilaksanakan bersama dengan acara arisan dan rapat lapanan tersebut. Untuk menunjang kegiatan penyuluhan dan edukasi dibagikan pula leaflet dan masker kepada warga serta stiker yang berisi himbauan agar senantiasa memakai masker ketika bertamu seperti yang telah diamanatkan oleh sekretaris desa.

Kegiatan Penyuluhan dan Edukasi Bahaya Covid-19 Mutasi Omicron di Dusun Ampelgading

Adapun isi dari materi penyuluhan dan edukasi ini adalah memperkenalkan apa itu Covid-19 varian Omicron, apa saja perbedaan dengan varian sebelumnya, bagaimana gejala yang ditimbulkan akibat terinfeksi varian ini, dan juga bagaimana pencegahan diri agar terhindar dari terpapar virus varian Omicron ini. Perlu diingat bahwa varian Omicron ini memiliki perbedaan yang cukup kontras dengan varian Covid-19 sebelumnya. Varian ini sangat kecil kemungkinan menyebabkan penderitanya mengalami anosmia atau hilangnya kemampuan indra penciuman dan pengecap rasa, serta kecil kemungkinan untuk menyebabkan kekurangan oksigen atau sesak napas.

Secara garis besar, upaya pencegahan yang dapat kita lakukan sebenarnya sama dengan protokol kesehatan yang telah diberlakukan oleh pemerintah yaitu 5M :

  1. Memakai masker yang pas
  2. Mencuci tangan menggunakan sabun
  3. Menjaga jarak minimal 1 meter
  4. Menjauhi kerumunan
  5. Membatasi mobilitas apabila tidak terlalu penting
Penempelan Poster Bahaya Covid-19 Mutasi Omicron Sebagai Media Publikasi

Poin utama untuk membantu memperkuat antibodi atau sistem imun yaitu melakukan vaksinasi. Dengan melihat kemampuan Covid-19 dalam bermutasi maka semakin penting untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar siap jika sewaktu-waktu terinfeksi oleh virus termasuk Omicron ini. Vaksinasi merupakan salah satu langkah yang bertujuan untuk membantu memperkuat antibodi sehingga diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk yang ditimbulkan oleh infeksi virus corona.

Penulis : Anisah Romsiyatun (Matematika 2018)

DPL : Ari Wibawa Budi Santosa S.T., M.Si

Bandungan, 9 Februari 2022