Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) sebagai Penangkal Penyakit

Pelaksanaan KKN TIM I 2021/2022

Penanaman TOGA

Sragen (12/01/2021) – KKN Undip Tim I 2022 dilaksanakan mulai tanggal 5 Januari 2022 hingga 15 Februari 2022. Pada KKN kali ini mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis SDG’s”. Berdasarkan arahan dari pihak LPPM Undip, KKN dilakukan dengan konsep KKN Reguler Mandiri (KKN Pulang Kampung). Sehingga KKN dilaksanakan di daerah penulis yaitu berlokasi di Desa Peleman Kecamatan Gemolong Kabupaten Sragen. Proker yang wajib dikerjakan selama KKN adalah 2 proker individu dan 2 proker kelompok.

Sesuai dengan tema yang diangkat, maka salah satu proker yang penulis susun adalah Gerakan Budidaya Tanaman Toga. Upaya untuk menjaga kesehatan yang dapat dilakukan adalah upaya promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif. Upaya promotif dan preventif dapat dilakukan dengan pemanfaatan obat tradisional. Pemanfaatan secara optimal obat tradisional dapat dilakukan dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga). Namun, pemahaman mengenai jenis Toga yang dapat dibudidayakan secara mandiri dan dimanfaatkan secara langsung untuk kesehatan masih kurang dipahami. Pemahaman mengenai jenis Toga dan pemanfaatannya perlu dilakukan sejak dini, yaitu pada masa anak-anak. Informasi mengenai tanaman obat yang kurang dapat mengakibatkan anak-anak tidak mengenal obat tradisional sehingga kecintaan anak-anak terhadap obat asli Indonesia kurang.

Proker Gerakan Budidaya Tanaman Toga dilaksanakan di SDN 1 Peleman dan diikuti oleh siswa kelas 4, 5, 6. Pada tahap awal penulis melakukan sosialisasi tentang Toga dan pembagian buku Toga di aula SDN 1 Peleman (11/1). Buku tersebut berisi manfaat tanaman Toga untuk kesehatan, cara membudidayakan tanaman Toga, dan cara membuat kreasi olahan dari tanaman Toga. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi di aula SDN 1 Peleman dan disambut antusiasme dari para siswa, karena mereka belum pernah menerima pembelajaran tentang tanaman Toga beserta praktek menanam tanaman tersebut. Selanjutnya kegiatan menanam Toga di lahan SDN 1 Peleman (12/1). Peserta yang mengikuti kegiatan ini diatur untuk bergantian antara kelas 4, 5, 6 karena diharapkan setiap siswa dapat melakukan praktik menanam Toga secara mandiri. Jenis tanaman Toga yang ditanam antara lain kencur, kunyit, jahe, lengkuas, kumis kucing, daun kelor, daun binahong, dan daun sirih. Selajutnya pada (13/1) proker ini ditutup dengan kegiatan pembagian olahan Toga. Olahan yang dibagikan adalah pudding jahe. Pudding jahe dibuat dengan campuran jahe, susu, madu, dan agar-agar. Olahan tersebut dikreasikan agar anak-anak suka mengkonsumsi makanan yang berasal dari tanaman Toga.

Kegiatan budidaya tanaman obat diharapakan dapat diterapkan oleh setiap siswa dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari menanam tanaman Toga hingga mengkonsumsi olahan Toga. Keberagaman tanaman Toga yang sudah dibudidayakan diharapkan dapat dimanfaatkan oleh siswa maupun guru sebagai obat tradisional yang mudah didapatkan. Sehingga sebelum mengkonsumsi obat-obatan kimia sebaiknya memanfaatkan obat tradisional yang berasal dari alam dan hasil tanaman sendiri.

Sosialisasi dan pembagian buku tentang TOGA
Penanaman TOGA bersama siswa SDN 1 Peleman
Pembagian olahan TOGA berupa pudding jahe

Mardiana Indah Sari – FKM Undip 2018

Dosen Pembimbing : Muhyidin S.Ag, M.Ag, M.H.

Desa Peleman, Kecamatan Gemolong

KKN Undip Tim I 2021/2022