Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Dalam Pembuatan Sabun

1644070417146
Pembuatan Sabun dari Minyak Jelantah Bersama Ibu PKK di Kelurahan Penggaron Kidul

Kota Semarang (09/02) – Masa pandemic Corona Virus Disease – Kita diharuskan untuk meminimalisir kontak dengan dunia luar atau orang lain dikarenakan pandemic yang tidak menemukan solusi akhir. Mematuhi protokol Kesehatan adalah salah satu cara untuk mengurangi angka pertumbuhan Covid-19 ini, protocol Kesehatan yang biasa diterapkan oleh masyarakat adalah 3M. Oleh karena itu kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro pada periode 2021 bertema “Pemberdayaan Masyarakat Ditengah Pandemi Covid-19 Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Dengan itu selama pandemi kita diharuskan untuk menjaga protokol Kesehatan dan kebersihan, salah satu caranya adalah dengan mencuci tangan. Sabun cuci tangan sendiri dapat dibuat dari bahan tidak terpakai seperti minyak jelantah.

Adapun cara pembuatanya, siapkan minyak jelantah yang telah dijernihkan 250 gr, soda api 40 gr untuk berwujud padat dan KOH 40 gr untuk berwujud cair, air 150 ml, dan pewarna makanan. Selanjutnya, masukkan air ke dalam wadah, kemudian campur dengan soda api perlahan sambil diaduk. Tunggu hingga suhu air dingin kembali. Masukkan minyak jelantah sedikit demi sedikit sambil diaduk, kurang lebih 10-15 menit hingga rata dan mengental seperti adonan kue bolu. Setelah adonan mengental tambahkan pewarna makanan yang diinginkan, bisa dipisah-pisah menjadi beberapa warna. Lalu tuang adonan tersebut ke dalam cetakan yang disukai. Jika menggunakan KOH sabun akar bewujud cair dan tidak perlu cetakan hanya langsung dimasukkan ke dalam wadah untuk menampung sabun. Sabun dari minyak jelantah bisa digunakan untuk mencuci perkakas, pakaian, dan sabun mandi.

Sosialisasi pembuatan sabun dilaksanakan bersama Ibu PKK di wilayah kelurahan Penggaron Kidul. Sosialisasi dilakukan dengan cara demo pembuatan sabun kepada ibu PKK dan juga diberikan edukasi mengenai cara mencuci tangan yang baik kepada peserta. Hal tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran warga untuk mencuci tangan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Minggu, tanggal 2 Februari 2022 di Kelurahan Penggaron Kidul.

Penulis : Mirza Dhiya Ulhaq

Dosen pembimbing : DDr. Ir. Baginda Iskandar Moeda T., M.Si., IPM