Mahasiswa KKN Tim 1 UNDIP Mengenalkan Pentingnya Rehabilitasi Sebagai Solusi dalam Menekan Kasus Narkotika

Mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2022 memberikan sosialisasi kepada masyarakat utamanya para remaja atau karang taruna yang ada di Kelurahan Karanganyar Gunung, Kecamatan Candisari, Kota Semarang mengenai Pentingnya Rehabilitasi Bagi Pecandu Narkoba guna menekan Kasus Narkotika.

Bahaya narkoba terhadap kesehatan tidak perlu diragukan lagi. Tak hanya merusak kesehatan psikis, narkoba juga memberikan dampak buruk bagi kesehatan fisik para penggunanya. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat bahwa sekitar 270 juta orang di dunia menggunakan obat-obatan terlarang. Di Indonesia sendiri, ada sekitar 3,6 juta kasus penyalahgunaan narkoba pada tahun 2019.

Rehabilitasi narkoba merupakan salah satu upaya untuk menyelamatkan para pecandu dari belenggu narkoba dan bahaya yang menyertainya. Ada tiga tahap rehabilitasi narkoba di Indonesia, yaitu rehabilitasi medis, nonmedis, dan bina lanjut.

Tahapan Rehabilitasi Narkoba

Menurut Badan Narkotika Nasional, ada tiga tahap rehabilitasi narkoba yang harus dilalui oleh pecandu narkoba, yaitu:

Tahap rehabilitasi medis (detoksifikasi)

Rehabilitasi medis merupakan tahap pertama yang perlu dijalani oleh pecandu agar terlepas dari ketergantungan narkoba. Pada tahap ini, dokter akan memeriksa kesehatan pecandu, baik kesehatan fisik maupun mentalnya.

Setelah pemeriksaan dilakukan, dokter akan menentukan jenis pengobatan yang akan diberikan untuk mengurangi gejala putus obat yang diderita pecandu. Pemberian obat ini tergantung jenis narkoba yang pernah digunakan dan tingkat keparahan gejala yang dialami.

Contohnya, pecandu berat narkoba jenis heroin yang mudah mengalami sakau, dapat diberikan terapi obat methadone atau naltrexone. Seiring berjalannya proses rehabilitasi, dosis pemberian obat akan diturunkan sesuai perkembangan kondisi pecandu.

Tahap rehabilitasi nonmedis

Selain menjalani rehabilitasi medis, pecandu narkoba juga akan mengikuti berbagai macam kegiatan pemulihan secara terpadu, mulai dari konseling, terapi kelompok, hingga pembinaan spiritual atau keagamaan.

Konseling dapat membantu pecandu narkoba mengenali masalah atau perilaku yang memicu ketergantungannya pada narkoba. Dengan demikian, pecandu dapat menemukan strategi yang paling tepat untuknya agar terlepas dari belenggu narkoba.

Sementara itu, terapi kelompok (therapeutic community) merupakan forum diskusi yang beranggotakan sesama pecandu narkoba. Terapi ini bertujuan agar anggotanya dapat saling memberikan motivasi, bantuan, dan dukungan agar sama-sama terbebas dari jeratan narkoba.

Tahap bina lanjut (aftercare)

Tahap bina lanjut adalah tahap akhir dari rangkaian rehabilitasi narkoba. Para pecandu narkoba akan diberikan kegiatan sesuai dengan minat dan bakat masing-masing. Hal ini bertujuan agar mereka bisa kembali bekerja dan tetap produktif setelah menyelesaikan program rehabilitasi.

Setelah terbebas dari ketergantungan, mantan pecandu narkoba dapat kembali ke masyarakat dan beraktivitas seperti biasa di bawah pengawasan Badan Narkotika Nasional.

Namun, di dalam pelaksanaanya, mereka tetap membutuhkan dukungan keluarga, kerabat, dan masyarakat sekitar agar dapat kembali menjalani hidup sehat dan benar-benar terlepas dari jeratan narkoba di masa mendatang.

Jika Anda atau orang terdekat sudah terlanjur mengalami kecanduan narkoba, jangan takut melaporkan diri ke IPWL terdekat untuk mendapatkan layanan rehabilitasi. Semakin cepat rehabilitasi dilakukan, semakin cepat pula Anda terbebas dari belenggu narkoba.

Anda juga bisa ke psikiater untuk menjalani konsultasi dan pemeriksaan, baik pemeriksaan psikologis maupun fisik. Setelah melakukan pemeriksaan, psikiater dapat memberikan saran atau pengobatan untuk menangani ketergantungan narkoba yang Anda alami.