Komposter Buatan Mahasiswa KKN UNDIP ini Dapat Kurangi Sampah Rumah Tangga

Salatiga (28/1/2022). Berdasarkan data dari Kementerian Lingkungan Hidup, jumlah timbulan sampah Indonesia pada tahun 2016 mencapai 66 juta ton/tahun dengan komposisi sampah organik (sisa makanan, kayu ranting daun) sebesar 57%. Rata-rata presentase sampah terolah dengan cara pengomposan untuk kota di Indonesia hanya sebesar 16,2%, angka yang terbilang sangat kecil meningat besarnya persentase sampah organik di Indonesia yang mencapai 57%.

Hal yang sama juga terjadi di Kelurahan Ledok, terutama di lingkungan RT.06 RW.01 dimana hampir semua sampah yang dihasilkan oleh masyarakat langsung dibuang ke tempat sampah untuk diambil oleh petugas ke TPS tanpa melakukan daur ulang atau komposting. Kemudian untuk sampah daun atau pekarangan langsung dibakar atau dibuang di tempat sampah.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, dan juga turut mendukung program UN SDG’s, mahasiswa KKN dari Undip Semarang melaksanakan pembuatan komposter untuk warga RT.06 dimana semua warga dapat mengisinya dengan sampah organik dan mengambil hasil olahannya berupa pupuk untuk digunakan. Pembuatan komposter ini menggunakan drum plastik berukuran 120 liter yang merupakan pemberian dari bapak Lukman Budi.

Meskipun terdapat masalah dalam pembuatannya, pada hari Jumat (28/1) lalu komposter berhasil dipasang dan digunakan oleh ibu-ibu PKK yang mulai mengisikan komposter tersebut dengan sampah dapur milik mereka. Ketua PKK setempat ibu Titik Pujiasih juga menyampaikan apresiasi serta harapan suapaya program ini dapat berlangsung secara berkelanjutan sehingga manfaatnya dapat dinikmati hingga masa mendatang.

Penulis: Bagas Putra Pramuarsa

Editor/DPL: Abdi Sukmono, S.T., M.T.