Ayo Berjuang Lawan Covid-19 dan Narkoba! Mahasiswa KKN UNDIP Sosialisasikan Disiplin Gerakan 5M dan Dampak Penyalahgunaan Narkoba

Banyumas (11/02) – Hingga saat ini, Indonesia masih harus berjuang dalam melawan pandemi COVID-19. Langkah-langkah pencegahan penularan virus corona telah dilakukan oleh pemerintah untuk dapat mengurangi kasus penyebaran COVID-19. Adanya program vaksinasi telah dianggap sebagai kunci untuk dapat mengakhiri pandemi COVID-19. Hal ini dikarenakan vaksinasi dapat digunakan sebagai upaya mengurangi angka morbiditas dan mortalitas. Selain itu, vaksinasi juga membentuk kekebalan kelompok terhadap virus COVID-19. Namun, pemberian vaksinasi COVID-19 baik dosis 1 dan 2 maupun booster masih belum dapat melindungi tubuh secara sempurna dari penularan virus corona. Oleh karena itu, masyarakat harus tetap disiplin dalam melakukan protokol kesehatan 5M yaitu Memakai masker, Mencuci tangan, Menjaga jarak, Menghindari kerumunan, dan Mengurangi mobilitas agar penularan COVID-19 tidak semakin meningkat. Selain itu, dengan menerapkan protokol kesehatan 5M secara ketat meski sudah divaksin dapat melindungi orang-orang sekitar terutama masyarakat yang belum menerima vaksin COVID-19.

Sosialisasi Disiplin Gerakan 5M

Sosialisasi disiplin gerakan 5M dilakukan oleh Mahasiswa KKN TIM I UNDIP kepada masyarakat di Kelurahan Purwokerto Wetan dengan menggunakan media poster. Poster memiliki warna yang menarik dan memiliki daya tarik khusus berupa gambar sehingga memudahkan pemahaman masyarakat mengenai informasi yang akan disampaikan. Poster kemudian dipasang pada majalah dinding di tempat-tempat umum seperti Masjid dan Kantor Kelurahan Purwokerto Wetan agar informasi yang diberikan dapat dibaca oleh seluruh masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan dapat menimbulkan minat dan kesadaran pada masyarakat Kelurahan Purwokerto Wetan untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan 5M meskipun telah mendapatkan vaksinasi COVID-19.

Kegiatan sosialisasi tersebut mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. “Terima kasih ya mbak, ibu jadi tahu kalau sudah vaksin tidak menjamin terhindar COVID-19. Jadi harus tetap pakai masker walaupun keluar dekat rumah.” ungkap warga Kelurahan Purwokerto Wetan.

Selain mengajak masyarakat disiplin gerakan 5M, KKN TIM I UNDIP TA 2021/2022 juga mengedukasi dampak penyalahgunaan narkoba kepada anak sekolah dasar melalui sosialisasi. Narkoba merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan obat terlarang lainnya. Kasus penyalahgunaan narkoba tentu sudah tidak asing lagi terdengar di masyarakat Indonesia. Penyalahgunaan narkoba merupakan orang yang menggunakan narkoba tanpa hak atau melawan hukum. Penyalahgunaan narkoba terjadi karena adanya rasa percaya bahwa dengan mengonsumsi narkoba dapat memperkecil masalah yang dihadapi sehingga penyebaran narkoba menjadi semakin pesat dan meresahkan saat ini. Tidak mengenal usia serta jenis kelamin, semua orang dapat berisiko mengalami kecanduan apabila sudah mencicipi bahan berbahaya ini. Bahkan penyalahgunaan narkoba saat ini telah marak terjadi di kalangan remaja atau pelajar karena pada masa tersebut memiliki emosi yang labil dan rasa ingin tahu yang tinggi. Selain itu, terdapat beberapa pelajar belum mengetahui dan memahami dampak penyalahgunaan narkoba seperti kualitas hidup terganggu, relasi keluarga menjadi kacau, kesehatan menurun, dan bahkan dapat menyebabkan kematian.

Sosialisasi Dampak Penyalahgunaan Narkoba Pada Anak Sekolah Dasar

Sosialisasi dampak penyalahgunaan narkoba dilakukan kepada siswa-siswi kelas 6 SD Negeri 2 Purwokerto Wetan. Materi yang disampaikan meliputi jenis narkoba yang sering disalahgunakan oleh pelajar dan dampak penyalahgunaan narkoba pada fisik, mental, dan lingkungan. Sosialisasi dilakukan dengan menggunakan media powerpoint (PPT). Siswa-siswi kelas 6 terlihat sangat antusias dan aktif dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Selain itu, pihak sekolah juga memberikan tanggapan dan respon yang baik terhadap sosialisasi yang dilakukan.

“Terimakasih ya, mas, mbak, sudah mau sosialisasi di SD Negeri 2 Purwokerto Wetan, anak-anak kelas 6 jadi lebih paham tentang bahaya narkoba.” tutur Wali Kelas VI, Nachdo.

Harapannya dengan adanya sosialisasi ini, siswa-siswi menjadi mengetahui dan memahami dampak negatif dari penyalahgunaan narkoba baik fisik, mental, maupun lingkungan. Sehingga dapat membangun generasi penerus bangsa yang bebas dari narkoba.

Penulis : Wulan Novia Handayani

Editor : Hendrik A.