MERIAHNYA PERAYAAN ASADHA DI DUSUN SEMANDING

                  Sabtu (29/7) Umat Buddha di Dusun Semanding, Desa Candigaron, Kecamatan Sumowono merayakan Hari Suci Asadha. Hari Suci Asadha dirayakan di Vihara  Vajra Bumi Pakma Kumara yang dihadiri Umat Buddha dan para tamu undangan. Hari Suci Asadha, biasanya diperingati 2 (dua) bulan sesudah Hari Raya Waisak, yang biasanya jatuh pada bulan Juli, guna memperingati kejadian yang menyangkut kehidupan Sang Budha dan ajaran-Nya.  Hari raya Asadha adalah waktu ketika Sang Buddha Gautama pertama kali mengajarkan ajaran Dhamma kepada lima siswa pertama di Taman Rusa Isipatana India Kuno.

     20689573_452356525151633_7316211441782443868_o

          Memperingati hari Asadha adalah hal yang penting bagi umat Buddha. Asadha bukan sekedar pengadaan upacara keagamaan, tetapi yang terpenting bagi umat Buddha adalah menghargai Dhamma yang telah diajarkan oleh Sang Buddha dengan cara menjalankan dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, umat Buddha bisa dikatakan telah menghormati Buddha, Dhamma, dan Sangha, sekaligus menjadikannya sebagai tempat berlindung yang paling aman.

20689905_452356518484967_825424512063771728_o    20643578_452361995151086_6050636716284655216_o

              Tim II KKN Desa Candigaron bersama Kepala Desa Candigaron dan Kepala Dusun Semanding ikut memeriahkan acara Asadha tersebut. Masyarakat dusun Semanding yang beragama non-Buddha turut memeriahkan acara Asadha dan membantu lancarnya perayaan Asadha tersebut. Perayaan Asadha dibuka dengan tarian yang dibawakan oleh seorang penari wanita. Meski sekitar 80% masyarakat Dusun Semanding menganut agama Buddha, namun tolerasi antar umat beragama terbilang cukup baik. (Tim Reportase Candigaron)