Mahasiswa KKN UNDIP Mengajak Guru TK Menggunakan Eksperimen Kimia Sebagai Media Pembelajaran

Semenjak kondisi pasca pandemi Covid-19, proses belajar mengajar dilakukan dengan tatap muka namun kurang maksimal. Kegiatan belajar mengajar secara tatap muka dilaksanakan mulai Bulan Januari 2022. Kegiatan di sekolah hanya dilakukan dalam waktu yang singkat. Dengan singkatnya waktu yang diikuti anak-anak di sekolah, siswa akan menjadi kurang akan hiburan pendidikan/sains. Sehingga dengan adanya edukasi dengan ekperimen sederhana berkaitan dengan kimia di sekitar kita dapat menjadi salah satu solusi untuk mengenalkan ilmu sains pada anak-anak serta dapat menjadi hiburan di masa pasca pandemi Covid-19.

Mahasiswa KKN Tim 1 Undip 2021/2022, Aditya Rizqy Alfani, mengajak Guru TK Pertiwi 22 Kelurahan Kedungpane untuk memberikan pelajaran pada anak-anak melalui eksperimen kimia yang aman dan menyenangkan. Ibu Titik selaku Kepala Sekolah TK Pertiwi 22 Kelurahan Kedungpane, Mijen, Semarang menerima dan mendukung ajakan Adit. Kegiatan berlangsung di TK Pertiwi 22 Kedungpane, Mijen Semarang pada Hari Kamis, 3 Februari 2022 pukul 08.00 wib. Di dalam kegiatan tersebut Adit membawa bahan yang digunakan untuk melakukan eksperimen. Bahan yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar, yaitu: botol plastik bekas, soda kue, cuka dapur, air, pewarna makanan, dan plastisin. Sebelum eksperimen dilakukan, ibu guru bersama beberapa mahasiswa kkn memberikan pelajaran mengenai alam kepada anak-anak. Bernyanyi dan menggambar dilakukan bersama-sama oleh anak-anak. Setelah itu eksperimen kimia gunung meletus dilakukan bersama-sama. Adit mengajak ibu guru dan anak-anak untuk ikut andil dalam eksperimen.

Anak-Anak Ikut Bereksperimen

Yang pertama dilakukan ialah Adit menunjuk satu anak yang duduknya rapi untuk menuangkan beberapa sendok soda kue ke dalam gunung buatan yang sudah dibuat. Kemudian Adit menunjuk satu anak lagi untuk menuangkan beberapa tetes pewarna makanan. Lalu yang terakhir, Adit menuangkan cuka dapur ke dalam gunung buatan yang terbuat dari botol plastil bekas dan plastisin tersebut. Kemudian terjadilah reaksi antara cuka dengan soda kue yang menghasilkan gas karbondioksida beserta natrium asetat. Gunung buatanpun seakan-akan seperti Meletus atau mengeluarkan lava dari mulut gunungnya. Anak-anak gembira dan senang melihat kejadian tersebut. Seusai kegiatan sekolah selesai, Adit memberikan mainan gunung buatan beserta bahan-bahan tersebut kepada pihak TK. “Terima kasih banyak mas Adit, anak-anak senang, bunda juga jadi lebih tau dan kreatif untuk memberikan pelajaran kepada anak-anak.”, ucap Ibu Titik selaku Kepala Sekolah TK Pertiwi 22.

Mahasiswa Bersama Kepala TK Pertiwi 22

Dengan adanya kegiatan ini, semoga anak-anak dapat lebih terhibur dan mengenal sains secara menyenangkan. Pengenalan sains sejak dini dapat meningkatkan cara berpikir anak untuk dapat lebih kritis, kreatif, serta dapat mengeskplorasi fenomena sains dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kegiatan ekperimen ini dapat mengurangi kejenuhan anak dikala belajar dalam masa pasca pandemi.