Program Literasi Mengenai Penggunaan Digital Payment di Kalangan Masyarakat Desa

Jangli, Tembalang, Semarang (11/2/2022) –Dalam era globalisasi saat ini, Digitalisasi keuangan merupakan salah satu bidang yang sangat terasa transformasi digitalnya, digitalisasi keuangan diharapkan dapat membangun ekosistem digital yang inovatif dan berkelanjutan untuk mencapai tata kelola dan layanan masyarakat yang lebih baik. Proses digitalisasi saat ini berkembang sangat pesat dan mempengaruhi segala aspek kehidupan masyarakat. Adanya transformasi digital di segala bidang mendorong masyarakat untuk mulai beralih dari aktivitas yang awalnya masih konvensional menjadi serba digital. 

Akan tetapi cepatnya proses transformasi keuangan digital tidak disertai juga dengan peningkatan literasi keuangan digital di masyarakat. Tingkat literasi keuangan digital di desa masih rendah, masyarakat desa dalam kesehariannya masih memilih untuk menggunakan metode pembayaran konvensional daripada menggunakan metode pembayaran digital. Sebenarnya masyarakat desa juga memiliki sarana dan prasarana yang mendukung proses digitalisasi pembayaran seperti rekening tabungan bank dan handphone.

Ketua RW 02 Kelurahan Jangli, Pak Eko menyebutkan bahwa penyebab masyarakat sekitar belum beralih ke metode pembayaran elektronik adalah karena  masih banyaknya masyarakat yang belum mengenal mengenai digitalisasi keuangan tersebut, tidak hanya orang tua tetapi juga anak-anak muda. Beliau juga menambahkan bahwa dengan adanya digitalisasi keuangan khususnya di lingkungan desa membuat masyarakat desa dapat mengikuti perkembangan zaman yang semakin maju.

Ditambah dengan Dampak negatif dari pandemi Covid-19 terutama pada sektor UMKM, adanya aturan ketat dan pembatasan kegiatan masyarakat membuat UMKM belum siap akan kondisi tersebut sehingga mengakibatkan banyaknya UMKM yang gulung tikar. Sebagai solusi akan permasalahan tersebut UMKM dituntut beradaptasi menggunakan teknologi digital untuk melanjutkan keberlangsungan kegiatan usaha. Layanan transaksi jual-beli yang dilakukan secara online dapat menghubungkan antara konsumen dan pembeli tanpa kontak fisik. Melalui teknologi digital diharapkan kegiatan perekonomian maupun UMKM perlahan lahan dapat bertahan dan bangkit di tengah kondisi pandemi Covid-19.

Berdasarkan permasalahan tersebut, Mahasiswa KKN Tim 1 Universitas Diponegoro memberikan program edukasi mengenai keuangan digital yang difokuskan pada alat transaksi pembayaran digital dengan nama Literasi Digital Payment, Transformasi Keuangan Digital Masyarakat Desa. Program ini difokuskan untuk mengenalkan masyarakat mengenai transformasi digital, manfaat pembayaran digital, macam-macam pembayaran digital, dan keamanan pembayaran digital. Program ini dilaksanakan dengan menggunakan metode blended, sosialisasi dilakukan dengan mengirim booklet ke grup Whatsapp warga Rw 02 Kelurahan Jangli. Selain melalui daring, output dari program ini juga dibagikan ke beberapa ibu rumah tangga di Kelurahan Jangli. Program Literasi Digital Payment, Transformasi Keuangan Digital Masyarakat Desa diharapkan nantinya dapat memberikan pemahaman masyarakat Kelurahan Jangli mengenai pembayaran digital dan diharapkan masyarakat juga mulai beralih menggunakan alat pembayaran digital dalam bertransaksi sehari-harinya.