Tingkatkan Keterampilan Ibu-Ibu PKK RW 5 Kelurahan Bandarjo, Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Pelatihan Membuat Hand Sanitizer Sirih Bu Jeni (Daun Sirih, Lidah Buaya, dan Jeruk Nipis)

Pelatihan Membuat Hand Sanitizer Sirih Bu Jeni Bersama Ibu-Ibu PKK RW 5 Kelurahan Bandarjo

BANDARJO (5/2) – Keberadaan daun sirih di pekarangan rumah ibu-ibu RW 5 Kelurahan Bandarjo belum dioptimalkan sebagai bahan dasar Hand Sanitizer alami. Hal ini menjadi perhatian khusus dari mahasiswa KKN Universitas Diponegoro. Mengingat di luar sana, pemanfaatan daun sirih, lidah buaya, dan jeruk nipis sebagai Hand sanitizer alami sudah banyak diterapkan. Terlebih, masyarakat sudah mengenal bahan dasar pembuatannya. Bahan dasar tersebut mudah didapat dan ditanam dalam skala rumah tangga, karena termasuk dalam TOGA (Tanaman Obat Keluarga).

Menurut Moeljanto (2003 dalam “Pemanfaatan Tumbuhan Sirih Hijau Sebagai Hand Sanitizer Alami Guna Pencegahan Covid-19 di Dusun Suroyo” oleh Oktavia, Lilis, dkk, 2021), daun sirih memiliki kandungan minyak atsiri sebagai pembasmi kuman yang dapat menghambat perkembangan bakteri patogen. Daun sirih (Piper betle L.) dapat dimanfaatkan sebagai bahan antiseptic, antioksidan, dan antifungisida.

“Mengapa kita harus mengunakan ketiga bahan dasar ini? Pertama, daun sirih mengandung bahan antiseptic yang dapat membunuh kuman. Namun, ekstrak daun sirih ini mudah teroksidasi, sehingga memerlukan bahan antioksidan. Dalam hal ini, jeruk nipis memiliki kandungan (antioksidan) tersebut sekaligus memilki kandungan antiseptic yang dapat menambah kemampuan membunuh bakteri dari hand sanitizer yang kita buat. Terakhir, ekstrak lidah buaya bermanfaat melembabkan. Sehingga, kulit kita tidak kering ketika menggunakan hand sanitizer.” urai Millenisha Omega Putri saat Pelatihan Membuat Hand Sanitizer Sirih Bu Jeni di Balai RW 5 Kelurahan Bandarjo, Sabtu (5/2).

Video Pelatihan Membuat Hand Sanitizer Sirih Bu Jeni http://bit.ly/PelatihanKKNTIM1UNDIP2022

Langkah pembuatan dari hand sanitizer alami ini cukup mudah dan dipaparkan secara lugas oleh mahasiswa KKN UNDIP. Selama pemaparan, juga disediakan link video pelatihan untuk melengkapi materi pelatihan yang diberikan. Harapannya, video pelatihan yang di-upload pada channel youtube Millenisha Omega tersebut, dapat diputar kembali ketika ibu-ibu PKK RW 5 hendak menerapkan keterampilan ini di rumah masing-masing.

Setelah sesi pemaparan materi, juga terdapat sesi tanya-jawab. Ibu-ibu PKK RW 5 cukup antusias menanggapi materi pemaparan yang diberikan.

“Ini (hand sanitizer Sirih Bu Jeni) bisa bertahan berapa lama?” tanya Bu Romadhon dari RT 4 RW 5.

“…Hand sanitizer ini bisa bertahan hingga dua minggu. Oleh karena, terbuat dari bahan alami, tidak ada campuran bahan kimia, dan tidak diujikan secara klinis,” jawab Millenisha Omega P sambil membagikan produk hand sanitizer yang diproduksinya dua hari yang lalu.

“Perlu diingat bahwa hand sanitizer ini hanya untuk konsumsi pribadi dan tidak untuk diperjual-belikan.” imbuhnya.

Ibu Aryati sebagai perwakilan PKK RW 5 mengharapkan dengan adanya pelatihan ini dapat menghemat pengeluaran keluarga untuk membeli hand sanitizer.

Produk Hand Sanitizer Sirih Bu Jeni

Penulis: Millenisha Omega Putri (Arsitektur-FT)

Dosen Pembimbing Lapangan: Ari Wibawa Budi Santosa, S.T, M.Si