Rantai Stunting Perlu Dipotong, Mahasiswi KKN Undip Lakukan Penyuluhan Mengenai 1000 Hari Emas Pada Ibu

Kota Bogor (13/1/22), Pandemi covid19 masih terus berlanjut dan tentu saja hal tersebut tidak menjadi penghalang dalam melanjutkan pencegahan stunting di Indonesia, khususnya di Kota Bogor. Balita yang mengalami stunting di kota Bogor tergolong tinggi yaitu sebesar 32,9% pada tahun 2018 menurut Riskesdas. Meskipun saat ini memang tidak ditemukan kejadian stunting pada baduta ataupun balita di RW 12 Kelurahan Kedung Badak. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan balita atau baduta dapat berisiko mengalami stunting. Oleh karena itu, perlu adanya edukasi terkait pencegahan stunting khususnya pada aspek gizi agar ibu hamil atau ibu dengan anak dapat lebih memperhatikan asupannya dan asupan sang anak. Berkaitan dengan adanya latar belakang tersebut, mahasiswi KKN Tim 1 UNDIP 2021/2022 pun memilih untuk memberikan edukasi mengenai pencegahan stunting kepada ibu-ibu yang hadir di Posyandu Dadali RW 12. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran ibu akan pentingnya memperhatikan beberapa aspek gizi dalam rangka mencegah stunting.

“Desing Pagi” atau Edukasi Cegah Stunting dengan Asupan Gizi merupakan program penyuluhan yang menjelaskan hal-hal terkait gizi yang dapat dilakukan untuk mencegah stunting dengan media berupa poster disertai contoh dari “isi piringku”. Aspek gizi merupakan hal yang ditekankan dalam edukasi ini. Gizi merupakan salah satu pilar yang berkaitan langsung dengan stunting. Stunting merupakan suatu masalah gizi yang perlu dicegah karena masalah ini dapat terjadi antargenerasi apabila tidak ditindaklanjuti. Oleh karena itu, untuk mencegah terjadinya stunting maka perlu dilakukan edukasi yang dihadiri tidak hanya oleh ibu yang memiliki anak tetapi juga ibu hamil.
Edukasi mengenai aspek gizi yang disampaikan oleh mahasiswi kepada para peserta diawali dengan penjelasan mengenai mekanisme rantai terjadinya stunting, pentingnya memperhatikan 1000 hari pertama kehidupan atau 1000 hari emas yang meliputi ASI Ekslusif pada anak usia 0-6 bulan, pemberian MPASI (Makanan Pendamping ASI) yang lengkap dan tepat dan melanjutkan pemberian ASI pada anak usia 6-24 bulan, serta Isi Piringku. Peserta yang merupakan ibu yang baru saja menghadiri kegiatan posyandu bulanan juga diberikan contoh real dari penerapan “Isi piringku” sehingga para ibu dapat lebih memahami. Para ibu yang merupakan peserta memperhatikan materi dengan baik sehingga penyuluhan berjalan lancar.
Yuk, cegah stunting dengan asupan gizi yang tepat, lebih awal lebih baik!