Susah belajar matematika, Mahasiswi KKN Tim I UNDIP 2021/2022 bagikan modul matematika serta kenalkan cara mudah dan asyik belajar perkalian lewat Batang Napier

Kabupaten Semarang (12/2)

Universitas Diponegoro pada Rabu, 5/1 telah menerjunkan mahasiswanya yaitu kelompok KKN Tim I UNDIP tahun akademik 2021/2022 untuk melaksanakan pengabdian masyarakat atau yang biasa disebut dengan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ke desa-desa. Pada periode ini, KKN UNDIP mengangkat tema “Pemberdayaan Masyarakat Menuju Pasca Pandemi Covid-19 Berbasis SDG’s”. Dikarenakan angka infeksi yang dikhawatirkan naik pada bulan Februari ini, Undip mengusung konsep yaitu KKN Pulang Kampung dimana para mahasiswa melaksanakan pengabdian di domisili masing-masing.

Naiknya tingkat persebaran dikarenakan Covid-19 yang telah ada sejak 2 tahun yang lalu, membuat segala aktivitas mulai dibatasi kembali oleh pemerintah terlebih akan kewaspadaan varian baru yaitu Omicron. Hal ini menjadikan pertumbuhan beberapa sektor menjadi lambat termasuk bidang pendidikan.

Tingkat pendidikan sangat berpengaruh pada kualitas sumber daya manusia, sehingga terbukti bahwa pendidikan yang baik akan menjadikan suatu bangsa tersebut maju. Adapun sumber daya yang dimaksud yaitu siswa-siswi yang sedang mengenyam bangku sekolah baik itu tingkat Paud, SD, SMP, SMA/SMK, bahkan mahasiswa-mahasiswi. Semakin bertingkat suatu pendidikan maka semakin bertingkat pula pemahaman dari anak-anak tersebut.

Sejak pandemi Covid-19 ada, siswa-siswi sekolah terpaksa harus belajar mandiri di rumah. Oleh karena itu, jam belajar menjadi tidak menentu. Terlebih bagi anak-anak yang masih memerlukan pendampingan dalam belajar, akan menjadi bosan dan malas. Namun, kebijakan baru dikeluarkan oleh pemerintah dalam penerapan sekolah dengan tatap muka terbatas. Hal tersebut belum cukup untuk menambal materi yang seharusnya sudah dicapai. Ketika di rumah pun tidak sedikit orang tua yang sibuk dengan pekerjaan dan bahkan sudah lupa dengan materi yang ditanyakan oleh anaknya, sehingga menjadikan anak semakin tidak tahu dan pembelajaran tidak merata.

Oleh karena itu, Devi Lilis Setyaningsih, mahasiswi jurusan matematika terjun langsung ke Kelompok Belajar Tambakboyo dalam pembuatan Modul Matematika yang berisi rangkuman materi, soal-soal, dan pembahasan sebagai media belajar pendamping bagi anak-anak SD yang tergabung dalam kelompok belajar di Tambakboyo. Harapannya dengan pemberian modul ini, anak-anak mendapatkan pemahaman yang rata sesuai dengan kelasnya masing-masing. Selain itu, pemberian alat peraga batang napier kepada pengurus Kelompok Belajar Tambakboyo bertujuan agar anak-anak tidak hanya menghafal perkalian saja tetapi dapat bermain dan berhitung dengan batang napier yang dibentuk sedemikian rupa menarik dan memberikan kesan tersendiri sehingga mudah diingat.

Penulis : Devi Lilis Setyaningsih

Dosen Pembimbing : Ojo Kurdi, S.T., M.T., PH.D.

#KecamatanAmbarawa, #KelurahanTambakboyo, #KabupatenSemarang, #LPPMUndip, #P2KKN