Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Ajak Ibu-Ibu PKK Membuat Konektor Masker

Semarang (10/02/2022)- Pada akhir bulan Mei 2021 Kementerian Ketenagakerjaan menyebutkan bahwa 29,4 juta tenaga kerja Indonesia terkena dampak Pandemi COVID- 19. Jumlah tersebut  termasuk mereka yang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), dirumahkan tanpa upah hingga pengurangan jam kerja dan upah. Persoalan ini tentu menjadi masalah besar baik bagi pemerintah, maupun masyarakat Indonesia.Atas dasar permasalahan tersebut Mahasiswa KKN TIM I UNDIP Tahun 2022 (Muhammad Qoirul An’am-Fakultas Ekonomika dan Bisnis )  terinspirasi  untuk mengadakan pelatihan kewirausahaan kerajinan tangan yakni konektor dan strap masker  untuk para anggota PKK dan remaja Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Gunungpati.

Pelakasanaan program kerja  ini tetap mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, penyemprotan disinfektan di sekitar lokasi kegiatan, serta pembatasan jumlah peserta. Semua hal dilakukan demi meminimalisir resiko penyebaran virus COVID-19 selama kegiatan ini  berlangsung.

Pelaksana salah satu Program Kegiatan KKN TIM I Universitas Diponegoro ini bertujuan untuk memberikan alternative pemasukan bagi Ibu-Ibu PKK yang perekonomian terdampak covid-19 dan pemantik bagi remaja untuk berwirausaha. Terlebih lagi program ini ikut mendukung salah satu poin pembangunan berkelanjutan SDG Nomor 8 Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi).

Program kegiatan ini diadakan pada tanggal 10 Februari 2022 bertempat dirumah Ibu Wiwin selaku ketua PKK RW 07 Keluarahan Sukorejo,Kecamatan Gunungpati. Tanggapan para warga mengenai kegiatan pelatihan dasar kesenian rajut ini sangat baik. Dikarenakan selama pandemi Covid-19 masyarakat dituntut untuk melakukan segala aktivitas hanya di dalam rumah, sedangkan masih banyak para pekerja yang harus merelakan pekerjaannya dan membutuhkan aktivitas produktif alternatif untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Selama kegiatan berlangsung para peserta sangat semangat untuk mencoba mempelajari teknik dan membuat motif dasar konektor rajut, walaupun masih banyak peserta yang mengalami kesusahan untuk mempraktekan kerajinan rajut karena kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi warga dalam  membuat kerajinan dari alat hakpen dan benang tersebut.

Penulis : Muhammad Qoirul An’am -12020218130087 – FEB – Universitas Diponegoro

Dosen Pembimbing Lapangan : Dinalestari Purbawati, S.E., M.Si., Akt