REJOMULYO BEBAS LIMBAH KULIT BAWANG BERKAT MAHASIWA UNIVERSITAS DIPONEGORO

Rejomulyo (6/2/2022) – Bawang merah merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Berbagai macam bentuk olahan bawang merah telah tercipta serta dikenal oleh kalangan masyarakat Indonesia. Tingginya produktivitas dan pengolahan bawang merah pun setara dengan besarnya limbah yang dihasilkan, sehingga pencemaran lingkungan tidak dapat terelakkan tatkala masyarakat kurang mampu memanfaatkan limbah-limbah tersebut dengan baik.

Bawang goreng tentunya sudah tidak asing lagi ditelinga masyarakat Indonesia. Rasanya yang enak, gurih, dan renyah membuat bawang goreng digemari oleh banyak orang. Tidak hanya itu, cara pengolahannya yang cukup mudah membuat bawang goreng mampu dijadikan sebagai peluang bisnis oleh sejumlah masyarakat Indonesia, sebagaimana dilakukan oleh warga RW 02 Kelurahan Rejomulyo, Semarang, melalui Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

Usaha rumah tangga dengan produksi bawang goreng sudah cukup lama dikembangkan oleh warga RW 02 Kelurahan Rejomulyo. Sayangnya, kulit bawang merah dibuang begitu saja oleh warga. Hal ini membuat mahasiswa KKN Tim I Universitas Diponegoro (Undip) tergerak untuk memberikan edukasi kepada warga mengenai olahan kembali limbah kulit bawang menjadi pupuk organik yang mudah dipraktekkan.

Kegiatan sosialisasi pengolahan limbah kulit bawang menjadi pupuk organik oleh mahasiswa Undip telah terlaksana pada Minggu, 6 Februari 2022 lalu. Partisipan yang hadir dalam kegiatan tersebut terhitung cukup banyak, sebab limbah kulit bawang tidak hanya dihasilkan oleh UMKM saja tetapi oleh semua ibu rumah tangga.

Melalui sosialisasi yang interaktif nan edukatif, warga mengaku cukup terbantu dalam menyikapi limbah hasil pengolahan bawang goreng menjadi lebih baik dengan produk yang bernilai guna tinggi. Untuk selanjutnya, warga dapat mengolah pupuk organik secara mandiri karena langkah pembuatan pupuk yang sangat mudah dan praktis. Kini cemaran limbah kulit bawang tidak lagi menjadi persoalan yang mengkhawatirkan oleh warga Rejomulyo.