3 Macam Daur Ulang Barang Bekas Jadi Peluang Ekonomi Tumbuhnya Kreatif Rumah Tangga

Semarang (28/1)- Berbagai barang bekas yang sudah tidak dapat digunakan kembali banyak yang terbuang sia-sia dan menjadi sampah yang sulit terurai. Sulitnya sampah yang tidak dapat terurai menjadi ke khawatiran sampah akan terus menumpuk setiap harinya dan berpengaruh buruk pada kenyamanan lingkungan. Peluang meraup keuntungan dari mengolah barang bekas adalah suatu ide yang tepat. Barang bekas dapat menjadi barang yang memiliki nilai jual dan tentu dapat meningkatkan perekonomian rumah tangga.

Kreasi dari daur ulang barang bekas bisa menjadi macam-macam barang bermanfaat yang boleh dicoba di saat pandemi seperti sekarang ini. Hal ini dapat menjadi bisnis sampingan bagi kaum muda ataupun ibu rumah tangga yang punya banyak waktu luang.

Mahasiswa KKN Tim I Undip kenalkan hasil daur ulang ke Warga

Kardus dan Sedotan Bekas Jadi Kotak Tisu

Kotak Tisu hasil daur ulang kardus dan sedotan bekas

Tak sedikit kreasi barang bermanfaat yang dapat dibuat kerajinan menggunakan kardus maupun sedotan bekas. Anda dapat mencontoh membuat kotak tisu dari bahan tersebut yang mudah dibuat dan dibentuk sesuai kreasi masing-masing. Agar lebih menarik, anda dapat memberikan sedotan bekas dengan warna acak untuk menimbulkan kesan warna-warni sepaya lebih menarik

Botol Bekas dan Kain Perca Jadi Tempat Pensil

Tempat pensil hasil daur ulang botol bekas dan kain perca

Sampah plastik merupakan sampah yang sulit terurai. Beragam kerajinan dapat dibuat denganmemanfaatkan botol bekas, salah satunya membuat tempat pensil. Tempat pensil ini membutuhkan setengah badan botol yang dilapisi kain perca sebagai hiasan dan diberi pemberat didalamnya agar pensil maupun pulpen yang ditaruh tidak terjatuh.

Toples Bekas Jadi Toples Serbaguna

Toples serbagunan hasil daur ulang toples bekas

Salah satu macam kerajinan yang dapat menjadi barang multifungsi adalah toples serbaguna. Toples serbaguna ini dibuat dengan toples bekas yang sudah tidak dapat digunakan kembali yang kemudian dimanfaatkan menjadi barang bermanfaat. Tambahan lapisan kain flanel menjadi hiasan yang dibentuk sangat unik dan lucu serta membentuk suatu karakter kartun tentu dapat menambah minat orang-orang untuk membeli, termasuk sangat digemari anak-anak.

Penulis: Lu’lu’ Dora Nasiha (FT-PWK)

Editor: Ir. Ibnu Pratikto, M.Si (Dosen Pembimbing Lapangan)

Lokasi KKN: RT 03 / RW 13 Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Semarang.

KKN TIM I UNDIP PERIODE 2021/2022