Kaget Sekolah Online, Hubungan Orang tua dan Anak dipertanyakan?

Semarang (14/02/2022) Coronavirus Disease 2019 atau yang lebih dikenal dengan Covid-19 merupakan virus baru yang mulai merebak di dunia yang keberadaannya mampu melumpuhkan segala aspek lini kehidupan manusia. Tak hanya itu, penyebarannya yang sangat cepat membuat dunia kewalahan dalam mengantisipasinya. Kebijakan demi kebijakan pun digencarkan untuk menekan angka penyebaran virus Covid-19. Salah satu kebijakannya yakni penutupan gedung sekolah yang diganti dengan sekolah dalam jaringan (daring).  

Sekolah Online merupakan salah satu alternatif yang digunakan pihak akademik untuk tetap mendukung kebijakan pemerintah disamping fungsi sekolah yakni mencerdaskan kehidupan bangsa.  Untuk itu dalam hal sekolah online, pihak akademik sangat membutuhkan bantuan dari para orang tua untuk bisa menemani, mengajar dan membimbing anak-anaknya dalam pembelajaran sekolah online. Namun, ternyata tak jarang orang tua tidak mampu menjadi guru dan sahabat anak dalam menemaninya sekolah online. Mereka cenderung sibuk pada dunia karir atau pekerjaan sehingga bingung dalam  menentukan pola bimbingan bagi anak yang  dapat membuat anak merasa aman, nyaman,  terlindungi, perhatian dan tercukupi segala  kebutuhannya (sandang, pangan,dan papan). Padahal sejatinya orang tua masih ikut andil dalam pembelajaran yang dilakukan untuk anak-anak mereka jika berada di rumah.  

Dari kondisi dan latar belakang inilah, penulis tertarik melakukan sosialisasi terkait pola Asuh. Pola asuh orang tua merupakan interaksi antara  anak dan orang tua selama mengadakan proses  pengasuhan, artinya bahwa selama proses  pengasuhan orangtua memiliki peranan sangat  penting dalam pembentukan kepribadian anak,  mendidik, membimbing, dan mendisiplinkan serta  melindungi anak untuk mencapai kedewasaan sesuai  dengan norma-norma yang ada dalam masyarakat.  

Dalam kegiatan KKN yang telah dilaksanakan, penulis berbagai cerita dan pemahaman yang penulis dapatkan kepada ibu-ibu PKK. Mereka terlihat antusias dan menjadi sadar bahwa tak hanya menjadi orang tua mereka juga harus mampu menjadi sahabat dan sekolah buat anak. Karena orang tua adalah penentu utama karakteristik seorang anak.  

Penulis: Restu Niati Gulo (13010118130070) 

  Sastra Indonesia/Fakultas Ilmu Budaya 

Dosen Pembimbing Lapangan: dr. Akhmad Ismail, S.Msi. Med