penyuluhan hukum mengenai pentingnya balik nama dan proses baliknama dalam jual beli tanah kepada warga kelurahan pesantren

Semarang (08/02/2022) – Rata-rata   masalah   hukum   yang dialami orang desa adalah terkait kepemilikan   tanah   atau   sawah. Banyak yang tidak  mengerti  cara membaca sertifikat, bagaimana jika sampai    terjadi    sengketa, atau masalah lainnya, dikarenakan pengetahuan masyarakat  di desa kelurahan  pesantren  kurang mengerti akan pentingnya itu. Oleh karena   hal   tersebut, diperlukan sebuah kegiatan Penyuluhan hukum terhadap masyarakat desa tentang Persoalan Hukum yang tengah di hadapinya.

Pembuatan   sertifikat   tanah   biasanya   dilakukan apabila tanah yang dimiliki oleh seseorang belum memiliki seritifikat atau ketika seseorang baru saja membeli tanah maka dibutuhkan baliknama dalam sertifikat tanah yang telah dibeli. Masyarakat Desa yang masih belum mengerti mengenai proses baliknama sertifikat tanah dapat lebih paham setelah mendapatkan sosialisasi mengenai baliknama sertifikat tanah. Baliknama nama jual beli tanah itu juga penting karena berhubungan dengan hak dari pemilik tanah terhadap tanah yang dimilikinya.

Program ini dilaksanakan pada hari Sabtu (22/01/2022) melalui penyuluhan secara langsung yang dipaparkan oleh Iqbal Gusti Firjatullah, mahasiswa Fakultas Hukum yang tergabung dalam Tim 1 KKN Universitas Diponegoro 2021/2022, kepada warga remaja Kelurahan Pesantren.

Kegiatan penyuluhan ini sangat penting karena warga remaja Kelurahan Pesantren belum mengetahui bagaimana jika sampai terjadinya sengketa, atau masalah lainnya, dikarenakan pengetahuan masyarakat dan sangat antusias ketika penyuluhan dilaksanakan “Kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan karena saya belum mengetahui atau masih bingung proses baliknama dalam jual beli tanah dan jika ada terjadinya sangketa,” ujar remaja RW 02.

Kegiatan penyuluhan yang dilakukan meliputi pemberian suatu leaflet bergambar untuk menarik minat membaca dan pembagian bingkisan untuk remaja di Kelurahan Pesantren. Dalam kegiatan tersebut dijelaskan mengenai bagaimana jika sampai terjadinya sengketa, atau masalah lainnya yang terjadi dan proses baliknama dalam jual beli yang benar.