MAHASISWA KKN UNDIP KENALKAN SABUN CUCI TANGAN SEDERHANA DENGAN PEMANFAATAN LIMBAH KULIT PISANG DAN KULIT JERUK

Kecamatan Sumowono (15/02/22) – KKN Tematik Undip Tim 8 yang dilaksanakan dari tanggal 5 Januari sampai 18 Februari 2022 memiliki konsep yang sangat berbeda dari KKN Tematik Undip biasanya. Tema yang diangkat pada KKN kali ini yaitu “Pemberdayaan Petani Lokal untuk Meningkatkan Kreatifitas Diversifikasi Produk Olahan Buah dan Sayur”.

Carissa Eilin Ardana, seorang mahasiswa dari Program Studi Teknologi Rekayasa Kimia Industri, Fakultas Sekolah Vokasi melakukan kegiatan  KKN-nya di Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kab. Semarang, Jawa Tengah, tepatnya di kawasan Dusun Kalidukuh RT.02 RW. 03.

Salah satu program yang diusulkan kegiatannya dalam KKN ini cukup menarik, yaitu “Pemanfaatan Limbah Kulit Pisang dan Kulit Jeruk  Menjadi Produk Sabun Cuci Tangan”. Program tersebut merupakan salah satu bentuk implementasi dari diversifikasi produk olahan buah yang sedang digencarkan di desa Losari agar meningkatkan kreatifitas warga menjadi produk UMKM.

Pelaksanaan Program Kerja Monodisiplin di Desa Losari

Berdasarkan hasil survey di Desa Losari, sentra utama pada desa tersebut yakni buah pisang yang berasal dari daerah Sumatera dan mayoritas pisang tersebut sudah matang sehingga siap langsung dipasarkan. Umumnya kulit pisang langsung dibuang tanpa adanya pengolahan lebih lanjut sehingga menumpuk menjadi limbah.

Dari sinilah muncul keinginan untuk mengolah limbah kulit pisang yang selama ini hanya dianggap sebagai sampah ternyata dapat dimanfaatkan sebagai aneka sabun cuci, seperti sabun cuci piring, sabun cuci motor, dan sabun cuci tangan. Melihat manfaat yang cukup besar dari kandungan limbah kulit pisang menjadikan berpotensi sebagai bahan pembuatan aneka sabun cuci karena kandungan senyawa kimia yang dimilikinya. Tidak hanya itu, diketahui limbah kulit jeruk juga memiliki potensi sebagai bahan tambahan dalam pembuatan sabun cuci.

“Kulit pisang memiliki kandungan zat saponin (penghasil busa), flavonid dan tanin (bahan antiseptik) yang dapat dijadikan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan sabun dan kulit jeruk yang memiliki aroma harum dan segar dapat dijadikan bahan tambahan untuk pembuatan sabun.” .terangnya, Senin (14/02/2022).

Pembuatan sabun diawali dengan pencucian kulit pisang dan kulit jeruk hingga bersih kemudian diambil ekstraknya. Setelah itu dicampurkan dengan bahan-bahan lain yang telah didiamkan selama 24 jam kemudian dikemas dalam botol 60 ml.

Produk B-Soap (Banana Soap) dari ekstrak limbah kulit pisang dan kulit jeruk

Adapun program ini dilaksanakan secara menyeluruh di pertemuan Kader Posyandu Desa Losari yang dihadiri oleh seluruh ibu-ibu pada tanggal 21 Januari 2022. “Program ini dijalankan dengan pembagian poster dan pelatihan dengan menerapkan beberapa metode yang sudah disiapkan sebagai media untuk sosialisasi warga.” tuturnya.

Selama kegiatan tersebut,warga tampak antusias dan memberikan respon yang positif, meskipun terbatas kehadiran warga. “Ada juga ibu-ibu yang bertanya mengenai cara pengolahan lainnya yang dapat dilakukan dan menurut warga setempat juga sudah cukup baik. Harapannya dengan kehadiran program ini dapat mengubah pola hidupnya untuk mengolah limbah apapun di sekitar mereka, sehingga dapat tercipta zero waste industry dan sekaligus dapat menumbuhkan perekonomian masyarakat” ungkapnya.

Penulis : Carissa Eilin Ardana, Mahasiswa Teknologi Rekayasa Kimia Industri, KKN Tematik Universitas Diponegoro, Desa Losari, Kecamatan Sumowono, Kabupaten Semarang

Dosen Pembimbing : Fahmi Arifan, S.T., M.Eng